Pidato gadis ini bungkam pejabat tinggi PBB

0
216
severn suzuki,cullis suzuki,severn cullis suzuki,pidato,go green,aktivis lingkungan

severn suzuki,cullis suzuki,severn cullis suzuki,pidato,go green,aktivis lingkungan

Siapa bilang seorang anak kecil hanya bisa bersikap manja kepada orang tuanya dengan meminta mereka membelikan ini itu kepadanya, siapa bilang bahwa anak kecil tak bisa berpikiran lebih dewasa dibandingkan orang dewasa pada umumnya?

Adalah severn cullis suzuki yang berhasil mematahkan pendapat itu. Dia yang mewakili organisasinya, E.C.O (Enviromental Children Organization) menyampaikan pidato yang isinya sangat kuat dan mengena kepada para peserta sidang umum PBB. Melalui pidatonya itu, cullis menyindir tabiat orang dewasa yang tak lagi peduli dengan sesama manusia dan lingkungan, ia yang berpidato tanpa teks itu berulang kali mengatakan “bahwa saya hanya anak kecil” untuk menyampaikan redaksi ironi terhadap pejabat tinggi negara peserta sidang umum PBB saat itu.

Video pidato severn cullis suzuki

Bagaimana aksi dari severn cullis suzuki ketika itu? berikut ini adalah videonya:

Transkrip bahasa indonesia pidato severn cullis suzuki

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O (Enviromental Children Organization). Kami Adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan ozon. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya, hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan sel kanker.

Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya hingga hilang selamanya. Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya.

Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. Mohon hentikan merusaknya!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi, tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama, perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan hal yang sia-sia, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brasil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat – obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang.” Jika seorang anak yang berada di jalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain. Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan. Tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja”, “Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan” dan “Ini bukanlah akhir dari segalanya”. Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?

Ayah saya selalu berkata “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata-kata mu” Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang anda (peserta sidang pbb-red), cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut!

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

source: http://luangkanlahsejenak.wordpress.com/2009/11/19/pidato-seorang-gadis-kecil-yang-membuat-ruang-sidang-pbb-terdiam-sejenak/

Sesaat setelah severn suzuki menyampaikan pidato yang menakjubkan itu, para hadirin sidang langsung memberikan standing applause kepadanya, bahkan setelah pidato yang kuat itu disampaikan olehnya, sekjen PBB saat itu langsung menyampaikan tanggapan

“Hari ini Saya merasa sangat Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya arti lingkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin. Saya, tidak kita semua, dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun”

Pidato itu memang sudah berlangsung sangat lama, yakni tahun 92, tetapi masih sangat relevan untuk saat ini ditengah krisis lingkungan makin parah dan orang yang peduli dengan sesamanya juga makin sedikit. Haruskah ada anak kecil yang berusia 12 tahun seperti cullis suzuki lagi yang bisa menyadarkan kita? semoga saja akan ada perubahan di diri kita, terutama bagi orang dewasa, bahwa dunia yang kita tinggali ini adalah dunia yang harus kita jaga, bukan yang patut kita rusak demi memenuhi hasrat materialis kita semata!

Advertisements

Comments

comments