Tuduhan Politik Uang Pasangan Jokowi – Ahok tidak berhasil dibuktikan

0
166
jokowi,ahok,basuki,pdi perjuangan,gerindra,pilkada dki,KPUD

jokowi,ahok,basuki,pdi perjuangan,gerindra,pilkada dki,KPUD

Rapat pleno panitia pengawas pemilu (panwaslu) Pemilukada DKI Jakarta yang digelar selasa (24/7/12) menyatakan kalau dugaan dan tuduhan politik uang pasangan jokowi (joko widodo) – Ahok (Basuki Tjahja Purnama) yang dihembuskan oleh tim sukses pasangan Foke – Nara ternyata tak terbukti, atau dalam kata lain, hanya sebuah isapan jempol belaka.

Menurut ketua panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah, Pihak panwaslu memutuskan kalau dugaan politik uang jokowi-ahok yang dituduhkan oleh tim sukses foke – nara tak terbukti karena tidak terdapat alat bukti saksi yang mendukung timbulnya laporan tersebut. “Laporan tersebut tidak terbukti, Alat bukti juga tidak mendukung” tegas ramdansyah seperti dilansir tribunnews.

Ramdansyah makin mempertegas fitnah politik uang itu dengan membeberkan fakta bahwa Arief Hidayat selaku terlapor berhasil membuktikan kalau dirinya diberikan mandat untuk memberi uang saku kepada saksi sebesar 75 ribu dan sebuah baju kotak-kotak. “Jadi yang diberi uang sebesar Rp 75 ribu dan baju kotak-kotak adalah saksi Jokowi-Ahok. Mereka berjumlah 43 orang sesuai dengan TPS di kelurahan Pegangsaan,” tutur ramdansyah.

Seperti diketahui kalau sebelumnya tim advokasi Pasangan Foke – Nara melaporkan dugaan politik uang (money politics) Jokowi – Ahok kepada panwaslu. Mereka berdalih menemukan praktik busuk itu dilakukan tim pasangan nomer urut 3 pada pilkada 11 juli kemarin. Kabar itu selanjutnya berkembang liar di masyarakat, namun secara dingin malah ditanggapi santai oleh kubu jokowi-ahok. Bahkan jokowi sempat berujar kepada para wartawan “Jangan dibalik-balik, lah” seraya menyindir lawan politiknya yang memiliki dana kampanye 7 kali lipat dari dirinya itu.

Advertisements

Comments

comments