Menguak Fenomena Mistis di Arep-arep Setan atau Sleep Paralysis

3
567
arep-arep setan,gangguan tidur,Sleep Paralysis

arep-arep setan,gangguan tidur,Sleep Paralysis

Apakah kamu pernah mengalami situasi dimana saat terjaga dan membuka mata sehabis tidur selama beberapa jam, kamu berusaha untuk bangun dan bergerak namun tak berhasil. Sebabnya kamu merasakan sesuatu yang tidak beres, yakni tubuhmu seperti tidak bisa bergerak, nafas cenderung sesak tertahan, seolah-olah ada makhluk lain tak kasat mata yang menginjak dan menindih bagian dadamu sehingga kamu tak dapat berbuat apapun.

Situasi jadi bertambah menakutkan tatkala kamu mencoba membuka mulut hendak berteriak memohon pertolongan, justru sialnya, tidak ada satupun suara yang bisa keluar dari mulut kamu, seperti halnya ada seseorang atau sesuatu yang sedang mencekik leher kamu. kamu menjadi lumpuh sesaat

Sejarah Sleep Paralyisis Erat dengan aspek mistis

Di Indonesia, situasi seperti itu populer dengan istilah di tindih hantu atau di arep-arep setan karena penderitanya mengalami situasi yang seolah-olah ia sedang ditindih oleh setan/hantu/mahluk halus sehingga ia tak bisa bangun dari tidur dan tak bisa berbicara satu patah katapun. Mereka yang mengalami fenomena ini kadang merasa ketakutan karena mengira sedang diserang oleh mahluk halus tersebut.

Tidak hanya di Indonesia yang memiliki pemahaman mistis mengenai fenomena ini, di china fenomena ini disebut dengan istilah gui ya shen yang berarti gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang, di Meksiko disebut se me subio el muerto yang merupakan kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang, di Turki lebih ngeri lagi sebab fenomena ini disebut dengan karabasan yang merupakan makhluk penyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.

Selain itu, Umumnya Diluar negri pada zaman dahulu kala, ada kepercayaan kalau fenomena ini diakibatkan oleh “Old Hag” atau “Penyihir” yang sedang menduduki dada korban. Dari situlah muncul istilah The Old Hag Syndrome. Ketika ilmu sains mulai berkembang pesat, nama The Old Hag Syndrome dan “diarep-arep setan” atau ditindih setan perlahan mulai ditinggalkan. Ilmuwan lebih suka menyebut fenomena ini dengan istilah ilmiah, yakni Sleep Paralysis.

Penjelasan Ilmiah fenomena ditindih hantu

Ditinjau dari ilmu pengetahuan, apa sebenarnya yang menyebabkan fenomena ini terjadi? Menurut survey Gallup tahun 1992, hampir seluruh orang dewasa pernah mengalami Sleep Paralysis, intensitasnya berkisar dua tahun sekali mereka pernah mengalami sleep paralysis. Jadi sebenarnya fenomena ini bukan sesuatu yang asing dan mistis lagi bagi manusia sebab bukan hanya orang-orang tertentu saja yang mengalaminya.

Para Ilmuwan dunia telah meneliti fenomena ini sejak tahun 1950an, namun jawaban ilmiah mengenai sleep paralysis baru bisa diterima baru-baru ini, yakni sejak peneliti menemukan adanya hubungan antara kondisi REM (Rapid eye movement) dengan mimpi pada manusia.

Mengapa? begini penjelasannya:

Saat kita tidur, kita akan memasuki banyak sistematika, sistematika itu hanya dibagi jadi dua tahapan besar, yakni tahap Non REM dan tahap REM. Dijelaskan ilmuwan bahwa saat kita mulai terlelap, sekitar 80 menit awal, kita akan memasuki kondisi Non REM, lalu diikuti 10 menit REM. Siklus tiap 90 menit ini berulang sekitar 3 sampai 6 kali saat kita tidur.

Selama tahap Non REM, tubuh kita menghasilkan beberapa gerakan kecil dan mata kita berkedip-kedip. Sedangkan ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan cenderung pendek serta kedipan mata kita bergerak dengan cepat. Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.

Menurut Direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center di Houston yang bernama Dr.Max Hirshkowitz, Sleep Paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming Sleep) dengan kondisi sadar. Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia. Menurut hasil penelitiannya, Dr.Hirshkowitz menyimpulkan kalau efek ini sebenarnya hanya berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama satu menit. Namun, bagi penderita sleep paralysis, terkait alasan psikologis, hal ini terasa berlangsung sangat lama.

Menurut penelitian lain, Kebanyakan Mereka yang berisiko besar mengalami sleep paralysis adalah mereka yang gemar tidur telentang dan mengalami kelelahan berlebihan atau yang jadwal tidur normalnya terganggu, dan diindikasikan juga bahwa mereka yang biasa meminum obat penenang sebelum tidur akan menjadi lebih sering mengalami sleep paralysis.

Sleep paralysis juga dikenal sebagai salah satu gangguan harmonisasi kesehatan tubuh, karena itu, bagi yang sering mengalaminya disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat seperti tidur yang cukup dan teratur, berusaha untuk murangi stress, dan berolahraga secara teratur sebab meskipun terkesan remeh dan tak berbahaya, sleep paralysis diyakini bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, dan depresi.

Sleep paralysis: Ilmiah VS Mistis

Tak dapat dipungkiri memang, faktor Ilmiah dan Mistis merupakan dua hal yang acap kali berlawanan. Salah satu pertentangan yang terjadi adalah dalam menanggapi fenomena sleep paralysis atau diarep-arep setan ini. Para ilmuwan, melalui disiplin ilmu yang mereka miliki memang pantas berkeras dengan argumen ilmiah dan scientific mereka. Namun para penderita sleep paralysis boleh jadi merasa argumen ilmiah ini tidak terlalu mereka rasakan, sebab mereka bisa jadi merasakan hal yang berbeda.

Pernah seorang narasumber kami mengatakan kalau ia suatu kali mengalami sleep paralysis yang tidak hanya sekedar sesak nafas atau sulit bangun saja, melainkan juga mengalami fenomena mistik yang sulit dijelaskan oleh akal sehat. Yakni ia bertatapan langsung dengan sosok yang menurutnya mirip dengan hantu pocong tepat di depan kedua matanya. Jika ditanyakan kepada para ilmuwan, mungkin mereka akan menganggap ini sebuah halusinasi belaka, namun narasumber kami berkeras kalau ia seperti merasakan hal yang sebenarnya saat mengalami fenomena itu.

Hingga kinipun, pendapat mengenai fenomena sleep paralysis masih terbagi menjadi dua kubu yang sangat kuat, mistis atau ilmiah. Mereka juga kukuh memegang argumentasi mereka masing-masing tentang fenomena ditindih setan atau sleep paralysis ini. Bagaimana dengan anda?

Advertisements

Comments

comments

Comments are closed.