Petani Jambi Memasuki Wilayah Sumatera Selatan

0
181
Petani,Jambi

Petani,Jambi

Palembang, kabarnesia.com – Dengan diguyur hujan, petani yang melakukan aksi jalan kaki (1000 Km) dari Jambi menuju Istana Negara tetap bersemangat menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan lagu nasional. Spanduk dan bendera Partai Rakyat Demokratik (PRD) masih terus dibentangkan petani.

“Selama tiga hari melakukan aksi long march ini, dukungan rakyat di desa-desa yang dilalui cukup besar. Warga desa menyediakan tempat beristirahat dan makanan kepada petani Jambi, Solidaritas mereka (warga desa) cukup kuat. Mungkin karena kami sama-sama kaum tani.” kata Wondo, 38 tahun, seorang petani dari Dusun Kunangan Jaya II, Batanghari.

Menurut Wondo, di sejumlah desa yang dilalui, para petani juga mengalami problem serupa dengan petani Jambi, yakni konflik agraria. Umumnya, warga desa-desa yang dilalui itu mendukung dan bersimpati dengan perjuangan petani Jambi ini.

Dalam Perjalanan, Purwanto, salah seorang petani peserta aksi jalan kaki Jambi-Jakarta (1000 km), tertabrak kendaraan bermotor, Jumat (14/12/2012) kemarin, sekitar pukul 07.00 WIB. Tabrakan itu menyebabkan kaki kanan Purwanto patah. Petani asal Dusun Mekar Jaya, Sarolangun, itu pun dilarikan ke Rumah Sakit dengan di bantu oleh warga sekitar.

Karena kejadian itu, jalan kaki untuk hari kedua kemarin sempat tertunda. “Kemarin, aksi jalan kaki sempat tertunda dalam perjalanannya. Sebab, kawan-kawan petani harus mengurus pak Purwanto dulu,” Ujar Yoris Sindhu Sunarjan, Ketua Pimpinan Pusat Serikat Tani Nasional (STN) yang ikut bersolidaritas berjalan bersama petani.

Para petani yang menamakan dirinya P33 (Peleton 33) Sumatera Panthera ini akan melanjutkan long march 1000 km Kota Jambi – Istana Negara pagi ini. Mereka menuntut di tegakkannya Pasal 33 UUD 1945. Menurut mereka Pasal 33 UUD 1945 ini adalah solusi untuk kedaulatan nasional yang sudah sejak lama tidak di jalankan pemerintah.

“Kami akan melanjutkan perjalanan hari ini, Pasal 33 UUD 1945 harus terus di suarakan. Tanah Rakyat yang dirampas investasi asing dan sekutunya di dalam negeri harus dikembalikan demi kembalinya kedaulatan nasional atas Sumber daya Alam” tambah Yoris.

Hingga berita ini diturunkan, petani sedang beristirahat di Desa Tampang Baru, Kec. Bayung Lencir, Kabupaten Musi banyuasin, Sumatera Selatan.[am]

Advertisements

Comments

comments