Nikmati Runcingnya stalagmit misteri di wisata mistis Gua Kiskendo Yogyakarta

1
293
gua,goa kiskendo, yogyakarta

gua kiskendo

Gua Kiskendo terletak di Dusun Sukamaya, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta, ia terletak di 35 km Barat Laut dari arah Yogyakarta. Akses jalan menuju gua ini memang sudah beraspal namun masih sempit dan hanya muat untuk mobil kecil saja. Apabila kebetulan ada pengunjung rombongan yang menggunakan bis besar maka mereka akan berhenti di Desa Niten dekat dengan Kantor Kecamatan Girimulyo, dan masih harus menempuh 8 km lagi untuk menuju ke Gua Kiskendo. Gua ini berada diketinggian 1200 diatas permukaan laut, hal inilah yang menjadikan tempat ini selalu berhawa sejuk dan Dingin.

Meskipun udara di gua ini terkesan sejuk, namun tak sejalan dengan cerita-cerita yang mengiringi eksistensi gua ini sebaga objek wisata. Sebab berbagai mitos yang berkembang, mengenai Gua ini, justru membantu menghangatkan gua kiskendo sebagai tempat keramat bagi warga setempat.

Menurut kepercayaan warga setempat, Goa Kiskenda(kiskendo) merupakan goa besar yang didalamnya berbentuk seperti istana. Goa Kiskendadulunya dipercaya merupakan tempat tinggal Mahesasura dan Lembusura, dua makhluk kakak beradik, berbadan manusia berkepala binatang, Raksasa Mahesasura berkepala kerbau sementara Lembusura berkepala sapi. Kedua kakak beradik ini diyakini memiliki kesaktian luar biasa. Rakyat Goa Kiskenda sendiri merupakan beraneka macam hewan ganas. Mahesasura dan Lembusura memimpin kerajaan itu dengan sewenang-wenang. Kesaktian yang mereka miliki sangat luar biasa dahsyat.

Dalam cerita pewayangan, legenda Gua ini dimulai dari kisah Mahesasura dan Lembusura yangdatang ke Kahyangan mengajukan permohonan untuk memperistri Dewi Tara putri sang Bathara Indra. Sikap tak sopan itu lantas menimbulkan kemarahan dewata. Para dewa serta merta menolak mentah-mentahlamaran tersebut.

Tak ayal, Dua saudara itu tidak bisa menerima penolakan dewa itu. Mereka lalu mengamuk di Kahyangan.Ribuan tentara binatang dikerahkan untuk menyerang kahyangan. Karena kesaktian keduanya sangat dahsyat,tak satupun para dewa yang dapat mengalahkan Mahesasura dan Lembusura.

Dalam keadaan kewalahan akan gempuran Pasukan Mahesasura dan Lembusuraitu, Bathara Guru mencari cara untuk mengalahkan penguasa Gua Kiskenda itu. Caranya Hanya ada satu, yaitu dengan menggunakan kesaktian dewa yang maha dahsyat utnuk mengalahkan mereka. Kesaktian itu bernama aji Pancasona. Namun yang dapat menerimanya harus dia yang berhati luhur dan seorang suci yangmampu mengendalikan segala nafsunya sehingga kesaktian maha dahsyat itu tidak bisa digunakan secara sewenang-wenang.

Para dewa sepakat untuk menyerahkan kesaktian itu ke Subali putra Resi Gotama yang sedang bertapa di Suryapringga. Ketika Bathara Guru ditemani oleh Bathara Narada dan para dewa turun ke dunia menemuinya. Subali dan adiknya, Sugriwa segera dibangunkan dari pertapaannya. Dan berkatalah sang dewa bahwa permohonan mereka akan dikabulkan dengan syarat mereka harus menumpas terlebih dahulu angkara murka yang kini bersemayam di tubuh Mahesasura dan Lembusura. Subali dan Sugriwa bersedia. Namun sebelum mereka berangkat, Bathara Guru menganugerahkan aji Pancasona kepada Subali dengan harapan Subali dapat menggunakannya demi perdamaian di alam ini.

Dengan kesungguhan hati, Subali dan Sugriwa berangkat ke Goa Kiskenda. Di mulut gua, Subali berpesan padaadiknya untuk waspada dan siap berjaga-jaga. Apabila keluar cairan darah berwarna merah, maka dapatdipastikan bahwa seluruh musuh telah sirna dari muka bumi ini. Namun apabila terjadi genangan darah putihmengalir keluar gua, maka Sugriwa harus segera menutup pintu gua. Setelah Sugriwa menyanggupi, Subalilangsung masuk kedalam melabrak Mahesasura dan Lembusura.

Pertempuran antara makhluk-makhluk sakti itu tidak dapat dielakkan. Dinding gua seakan runtuh menahan gempuran kesaktian dari kedua belah pihak. Dan hanya berkat kesaktian Subali yang memiliki ajian Pancasona,Mahesasura dan Lembusura dapat dibinasakan. Kepala keduanya diadu sehingga pecah berantakan. Otak dariMahesasura dan Lembusura hancur berantakan sehingga meleleh keluar gua. Dari luar gua, Sugriwa menantidengan harap-harap cemas. Dan betapa sedih hati Sugriwa ketika mengetahui bahwa cairan yang mengalir ke sungai ternyata berwarna merah dan putih. Ini berarti Subali juga mati bersama Mahesasura dan Lembusura.

Kisah peperangan antara subali dengan mahesasura dan lembusura ini konon diabadikan dalam bentuk relief di gua tersebut, seperti pada gambar dibawah ini:

gua,goa kiskendo, yogyakarta

Selain memuat legenda mistik dan dramatis, kisah mistis yang dialami pengunjung di gua ini juga tidak kalah banyak. Sebab goa yang biasanya di pakai abdi dalem kraton kala menyelenggarakan acara ritual Ngayojokarto Hadiningrat ini terkadang menampilkan fenomena mistik. Diantaranya adalah cerita mengenai seseorang yang Suatu ketika hendak berwudu di dalam gua kiskendo. Tiba-tiba saja air justru mengalir melalui stalaktit yang ada di dalam gua itu. Padahal, di luar jam-jam itu atau diluar waktu salat tadi, stalaktit tadi kering kerontang.

Bentuk dan suasana goa juga tak kalah menyeramkan, dengan dinding relief yang memanjang berisi kisah pertempuran menyeramkan antara subali dengan kakak beradik mahesasura dan lembusura, suasana udara gua yang lembap itu juga makin bisa membuat bulu kuduk menegang. Belum lagi ditambah dengan cerita rakyat setempat bahwa banyak mahluk jadi-jadian ganas berkeliaran di gua tersebut. Berani?

Advertisements

Comments

comments

Comments are closed.