Published On: Wed, Mar 27th, 2013

Menyelam Lebih Jauh Keunikan Nama Jawa di Suriname

map of suriname Menyelam Lebih Jauh Keunikan Nama Jawa di Suriname

Suriname merupakan sebuah Negara Republik yang terletak di Benua Amerika, lebih tepatnya di bagian Timur Laut Amerika Selatan. Suriname berbatasan dengan Guyana Perancis di Timur dan Guyana di Barat, sedangkan di selatan, Suriname berbatasan dengan Brasil dan diselatannya terdapat Samudra Atlantik, tentu di Benua Amerika tepatnya Amerika Selatan. Suriname beribukota di Paramaribo. Wilayah Republik Suriname berbentuk segi empat dengan panjang sekitar 400 km dan lebar juga sekitar 400 km.  Pada mulanya, Suriname memiliki nama Guyana Belanda karena merupakan negara bekas jajahan Belanda. Namun pada 25 November 1975, negara ini memproklamasikan kemerdekaannya dari Belanda berganti nama menjadi Suriname.

Berdasarkan sensus penduduk 2004, Suriname dengan luas 160.273 km2 ini memiliki penduduk berjumlah 497.024 jiwa, dengan kepadatan penduduk 3 orang/km2 dan  terbagi dalam 10 distrik. Negara Republik Suriname dipimpin oleh seorang Presiden.

Sekitar 80% daratan di Suriname masih berupa hutan belukar dan belum terjamah oleh tangan-tangan manusia, menjadikan negara ini kaya akan ragam flora dan faunanya. Daratan Suriname terbagi dalam tiga bagian yaitu: daerah pesisir pantai, daerah savana dan daratan tinggi. Suriname memiliki iklim yang sama seperti Indonesia, yaitu iklim tropis. Hal ini disebabkan karena lokasinya sama-sama berada disekitar Garis Khatulistiwa.  Beda waktu antara Jakarta dengan Paramaribo 10 jam.

Banyaknya orang Indonesia, terutama orang Jawa, yang dibuang ke Suriname pada masa penjajahan Belanda, menjadikan mayoritas warga di Suriname adalah orang Jawa. Hingga saat ini, bahasa Jawa “ngoko” masih dipergunakan terutama oleh para orangtua dan kalangan terbatas, khususnya di “Distrik orang-orang Jawa”.  Bahasa India juga masih digunakan dikalangan orang-orang India.  Namun yang menjadi bahasa nasional di Suriname bukanlah bahasa Jawa, melainkan bahasa Belanda.  Selain itu, bahasa lain yang digunakan sebagai bahasa nasinal kedua adalah Sranangtongo atau Taki-Taki.  Bahasa ini digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari dan dimengerti oleh mereka yang berasal dan dilahirkan di Suriname.

Oleh karena banyak orang Jawa yang menetap di Suriname, kebudayaan yang ada pun tak jauh dari kebudayaan Jawa. Misalnya saja penggunaan nama jalan yang menggunakan nama Jawa, seperti Wagiran Weg (weg artinya jalan), Sastroredjo Weg, Purwodadi Weg, Sidodadi Weg yang semuanya merujuk pada nama orang maupun tempat di Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Terdapat pula masakan Jawa dengan nama Jawa yang tidak diubah, misalnya saja Petjel (pecel), Saoto (soto), Tjenil (cenil, yakni salah satu jenis jajanan pasar), Lontong Djangan (lontong sayur), Bami (bakmi), Ketan, Guleh (gule).

Satu hal unik yang masih ada di Suriname adalah penggunaan nama belakang Jawa. Meskipun nama depan mereka menggunakan nama barat, namaun nama belakang yang digunakan masih sangat kental dengan nama-nama Jawa, misalnya saja Soeroto, Somohardjo, Sonomedjo, Kartoredjo, Wirjo, dan masih banyak yang lainnya. Uniknya lagi, nama-nama Jawa tersebut masih ditulis dengan menggunakan EYD lama. Baik orang dewasa maupun remaja, masih menggunakan nama Jawa tersebut. Berikut nama-nama orang Suriname yang telah penulis temukan melalui pencarian di media social Facebook.

facebook suriname Menyelam Lebih Jauh Keunikan Nama Jawa di Suriname

Tampak nama Jawa seperti Somoharjdo dan Sonomedjo dengan ejaan EYD lama

Sulit membayangkan di negara Suriname masih terdapat budaya Jawa yang sangat kental, bahkan penggunaan nama juga masih menggunakan nama Jawa. Lantas, bagaimana dengan budaya Jawa yang terdapat di Indonesia?

Silahkan Tinggalkan Komentar Via Media Sosial


atau Tinggalkan Komentar Langsung Via Website ini

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*