Sikap Politik Luar Negeri Jokowi Bertentangan Dengan SBY

0
207
Sikap Politik Luar Negeri Jokowi Bertentangan Dengan SBY
Jokowi dan SBY (Gambar : Google)

Tantowi Yahya selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI mengaku cukup terkejut dengan keberanian Presiden Joko Widodo yang menyatakan pendapatnya mengenai lembaga keuangan dunia. Sikap politik luar negeri Jokowi benar-benar bertentangan dengan sikap politik luar negeri mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

“Menurut saya, seharusnya kita bangga, karena kita berani melawan tirani Barat yang selama ini menjajah Negara-negara ketiga dengan bantuan dana yang mengikat dan isu HAM.” Kata Tantowi pada keterangan yang diterima media pada Kamis 23 April 2015.

Tantowi berpendapat bahwa Indonesia terkenal dengan kebijakan politik luar negeri “cari aman” dengan fondasi bebas aktif yang merupakan fondasi politik yang dicetuskan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno hingga masih dipegang teguh sampai pemerintahan SBY.

“Di zaman SBY, polugri ( politik luar negeri) kita dibuat mandul lagi lewat slogan sejuta kawan tidak ada musuh.” Tambahnya.

Namun, kini dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo Indonesia berani bersuara keras menyatakan sikap politiknya. Kondisi ini semoga akan meningkatkan posisi politik di Indonesia di mata internasional.

“Jangankan dunia, kita pun terkaget-kaget dengan keberanian Pak Jokowi ini.” Katanya.

Sebelum itu Jokowi juga mengkritik sejumlah lembaga Internasional terutama lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia dan IMF yang dianggap tidah membawa solusi bagi persoalan ekonomi global.

“Pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh World Bank, IMF, dan ADB adalah pandangan yang using dan perlu dibuang.” Kata Jokowi dalam pidatonya pada hari Rabu 22 April 2015.

Jokowi mempunyai pendirian teguh bahwa pengelolaan ekonomi dunia tidak bias diserahkan hanya kepada tiga lembaga keuangan internasional itu. Menurut Jokowi, Negara-negara Asia dan Afrika wajib membangun tatanan ekonomi dunia baru yang terbuka bagi kekuatan-kekuatan dunia baru.

Semoga sikap politik luar negeri dari Jokowi yang bertolak belakang terhadap politik luar negeri SBY bisa membuat perubahan yang lebih baik terhadap persoalan politik dan ekonomi dunia.

Advertisements

Comments

comments