5 Tradisi Unik Saat Ramadhan di Indonesia

0
164
5 Tradisi Unik Saat Ramadhan di Indonesia
Dugderan ( Gambar : Google )

Indonesia, negara yang penuh dengan keunikan di segala aspek, baik dari segi budaya, alam, dan tradisinya. Banyak sekali tradisi  unik dan menarik yang dimiliki Indonesia bahkan saat bulan ramadhan sekalipun.

Negara yang memegang rekor jumlah penduduk beragama islam terbesar di dunia ini mempunyai suasana khas dan sangat berbeda ketika bulan ramadhan. Berikut merupakan tradisi-tradisi unik dari beberapa daerah diIndonesia.

1. Mandi Balimau di Padang, Sumatera Barat
Mandi Balimau ini sendiri merupakan tradisi untuk menyambut bulan ramadhan dari masyarakat Minang dan bertujuan untuk menyucikan dan membersihkan diri. Tradisi ini dilakukan dengan cara mandi menggunakan jeruk nipis di pemandian umum atau sungai. Di Sumatera Barat, kegiatan ini biasanya dilakukan di Pemandian Lubuk Minturun Kecamatan Tangan dan Sungai Lubuak Paraku Kecamatan Lubuak Kilangan, ratusan warga akan melakukan tradisi unik ini sehari sebelum puasa ramadhan mulai pukul 16.00 WIB.

2. Megibung di Denpasar, Bali
Walaupun mayoritas dari penduduk Bali beragama Hindu, namun tidak menghalangi penduduk islam yang ada untuk menjalankan tradisi unik selama ramadhan. Megibung dalam bahasa Bali artinya makan bersama atau makan dalam satu wadah dengan alas daun pisang, biasanya untuk satu wadah bisa untuk 4-6 orang. Warga muslim di kampung Islam Kepaon Denpasar melaksanakan tradisi ini setiap memasuki hari ke-10 bulan ramadhan dengan berbuka puasa di masjid.

3. Dugderan di Semarang, Jawa Tengah
Tradisi Dugderan ini sendiri namanya diambil dari suara letusan petasan dan kembang api karena biasanya tradisi ini dilakukan dengan pawai dari seluruh masyarakat yang diadakan 1-2 minggu sebelum memasuki bulan ramadhan dan dimeriahkan dengan petasan atau kembang api, selain petasan dan kembang api hal yang menarik dari tradisi Dugderan ini adalah dibukanya pasar malam untuk melengkapi kemeriahan Dugderan.

4. Lebaran Topat di Lombok, NTB
Di Lombok Nusa Tenggara Barat mempunyai tradisi unik yang dilaksanakn tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Masyarakat Lombok merayakan Lebaran Topat yang biasanya dimeriahkan dengan tradisi nyangkar atau arak-arakan cimodo dan delman hias yang mengangkut dulang berisikan ketupat yang diarak menuju pusat perayaan di makam Loang Baloq. UNTUK LEBARAN Topat sendiri digelar di pantai-pantai yang ada disekitar Mataram dan Senggigi.

5. Bagarakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Bagarakan sendiri mempunyai arti karnaval atau pawai , Bagarakan sendiri merupakan salh satu tradisi yang dilakukan untuk menyambut malam salikuran. Dalam karnaval ini ada dua kegiatan yang menarik dan paling menonjol yaitu tradisi bagarakan tanglong atau karnaval lampion berukuran besar dan bagarakan sahur atau membangunkan warga untuk sahur yang berlokasi di Lapangan Murdjani Banjarbaru.

Advertisements

Comments

comments