Pemerintah Selalu Kontrol Tenaga Kerja Asing

0
173
Pemerintah Selalu Kontrol Tenaga Kerja Asing
Pekerja Keras ( Gambar : Google )

Hingga tahun 2016 pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja sebanyak dua juta orang dengan melakukan sejumlah program seperti percepatan daya saing dan kompetensi untuk berkompetisi dengan tenaga kerja asing. Berita terbaru mengatakan bahwa Republik Rakyat Tiongkok akan mengirimkan 10 juta tenaga kerja ke Indonesia dipastikan hanyalah kebohongan. Menteri tenaga kerja menerangkan bahwa 10 juta tersebut adalah target wisatawan asing.

“Itu (kabar 10 juta tenaga kerja Tiongkok) jelas kabar bohong! Angka 10 juta itu adalah target wisatawan asing, bukan target tenaga kerja asing,” katanya. Menurutnya angka tersebut dibuat untuk menakut-nakuti rakyat mengenai tenaga kerja asing.

“Entah oleh siapa, yang pasti itu tidak benar. Jangan bodohi dan takut-takuti rakyat dengan sentimen anti-asing, terlebih sentimen anti-China. Itu sangat tidak sehat untuk demokrasi kita dan berbahaya bagi integrasi nasional,” jelas Hanif.

Hanif juga menambahkan bahwa rata-rata tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia berjumlah sekitar 70 ribu per tahun dan hanya 0,03 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta atau 0,05 persen dari jumlahpekerja nasional yang bisa mencapai 129 juta.

“Penduduk Malaysia sekitar 27 juta, Tenaga Kerja Indonesia di sana sekitar 1,2 juta. Penduduk Singapura sekitar 6 juta, dan tenaga kerja asing di sana separuh dari jumlah penduduk,” katanya

Walaupun pekerja warga Tiongkok yang berada di Indonesia saat ini memang paling banyak tetapi tidak besar. Sekitar 13.034 pekerja Tiongkok, disusul 10.128 pekerja Jepang , 5.384 pekerja asal Korea Selatan, 3.472 pekerja India, dan sisanya dari AS, Malaysia, Filiphina, Thailad, Inggris, Australia dll. Angka tersebut berbanding jauh dengan jumlah tenaga kerja Indonesia di Negara lain yang mencapai 6 juta orang. Tahun ini pekerja asing per Agustus berjumlah 54.953, padahal tahun 2014 berjumlah 68.857 orang, tahun 2013 sebanyak 72 ribu, dan tahun 2012 sebanyak 77 ribu jadi bisa dikatakan bahwa tren pekerja asing di Indonesia mulai menurun.

Seperti yang baru saja terjadi adalah pemerintah menghapus salah satu memperkerjakan TKA yang harus bisa berbicara di Indonesia dihapus.

Permenakertransmengeluarkan peraturan baru yang mengatur Tata Cara Penggunaan tenaga kerja asing atau TKA.

Ketentuan-ketentuan yang berubah adalah Persekutuan Komanditer (CV), IZIN Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), dan tidak ada perubahan izin untuk Izin Mempekerjakan Tenag Kerja Aing ( IMTA ) dll.

Advertisements

Comments

comments