Ternyata Begini Kronologi Jatuhnya “Crane” di Masjidil Haram

0
144
Ternyata Begini Kronologi Jatuhnya
Crane Masjidil Haram ( Gambar : Google )

Tragedi jatuhnya Crane atau alat berat proyek di Masjidil Haram yang menyebabkan ratusan korban jiwa, Mekkah hari Jum’at kemarin sekitar pukul 17.30 ternyata diawali oleh angin yang kencang dan hujan deras. Akibat intensitas hujan yang terlalu deras, air hujan masuk hingga ke dalam masjid yang dikelilingi oleh beberapa proyek pembangunan tersebut. Pada saat insiden tersebut terjadi Jemaah sedang melakukan persiapan untuk shalat magrib di masjid terbesar yang berada di Arab Saudi tersebut.

“Tiba-tiba, terdengar suara dentuman seperti petir,” jelas Agzalzuli, yang merupakan anggota jemaah Indonesia asal Kota Medan. Ia menceritakan bahwa alat proyek tersebut jatuh dan menimpa tepat di lantai tiga masjid al haram tersebut sehingga menimpa semua Jemaah yang berada di sekitar sana.

“Lalu, jemaah berlarian. Ada yang tertimpa beton. Saya melihat ada anggota tubuh yang terputus,” tambahnya.

Berita juga melaporkan bahwa anggota Jemaah asal kota Medan Sumatera Utara tersebut terinjak-injak saat kejadian. Setelah beberpa saat penjaga dan aparat Mekkah pun berdatangan ke lokasi jatuhnya Crane dan anggota Jemaah yang selamat juga sempat mendekat ke lokasi kejadian dan memeriksa apakah ada anggota keluarga mereka yang juga menjadi korban.

Tim medis segera mengevakuasi dan melarikan para korban tewas dan korban luka ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Saat ini lokasi Masjidil Haram telah dikosongkan dan diamankan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan lagi, sehingga tidak ada yang diperbolehkan untuk melakukan aktivitas di sekitar tempat kejadian.

1.Sekitar 87 meninggal, 184 luka-luka
Karena peristiwa yang mengenaskan ini sekitar 87 lebih Jemaah dilaporkan meninggal dunia dan 184 lainnya mengalami luka-luka dan dua dari 87 korban meninggal berasal dari Indonesia tepatnya dari Sumatera Utara dan Jawa Barat serta 20 anggota Jemaah Indonesia juga dikabarkan menjadi korban luka insiden Crane.
“Anggota jemaah asal Indonesia ditangani dengan baik. Penanganan cepat sekali. Korban datang, langsung ditangani,” jelas Anwar, anggota jemaah asal Indonesia.
Muhammad Iqbal selaku Direktur Perlindungan WNI Kementrian Luar Negeri RI menambahkan jika Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah sudah bergerak menuju Mekkah untuk menengok dan mendampingi korban luka yang berasal dari Indonesia.

2.Proyek jangka panjang
Pemerintah Arab Saudi memang sedang melakukan perluasan tempat ibadah sekitar 400.000 meter persegi. Proyek ini digadang-gadang akan selesai tahun 2016 sehingga kelak Masjidil Haram bias menampung setidaknya 2,2 juta orang yang saat ini hanya bias menampung 800.000 jemaah setiap tahunnya. Selama musim haji, Jemaah dilaporkan memenuhi masjid pada hari Jumat, dan waktu terpadatnya ialah ketika salat subuh hingga malam hari karena cuaca pada rentang waktu tersebut merupakan cuaca yang paling bersahabat.

Advertisements

Comments

comments