Pemerintah Wajibkan Bela Negara Tahun Ini, Siapkah Anda?

0
201
program pemerintah, bela negara, Ryamizard Ryacudu

Belakangan ini pemerintah terus melakukan perubahan yang baik bagi bangsa Indonesia. Kini pemerintah mulai meluncurkan program terbarunya, yaitu wajib bela negara. Program ini diwajibkan bagi seluruh warga negara dan tidak ada batasan umur dan profesi untuk mengikuti program ini. Seperti dilansir detik.com, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa jika terdapat warga negara yang tidak ikut serta dalam wajib bela negara ini maka ia berhak untuk angkat kaki dari Indonesia.

Pelatihan ini akan berlangsung selama sebulan. Mayjen Hartind Asrin selaku Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan mengatakan materi bela negara meliputi pemahaman empat pilar negara, sistem pertahanan semesta, dan pengenalan alutsista TNI. Selain itu ada juga materi mengenai lima nilai cinta tanah air, sadar bangsa, rela berkorban, dan Pancasila sebagai dasar negara. Pemerintah juga telah menyiapkan tempat pelatihan bagi kader bela negara, yaitu di Rindam (Resimen Induk Kodam), Kodam, Korem dan lain sebagainya. Sementara untuk jenis latihan fisik akan diisi dengan baris berbaris dan untuk rohani akan diisi dengan jiwa nasionalisme.

Setelah melewati pelatihan ini, peserta bela negara akan mendapat sebuah kartu anggota bela negara. Namun kartu ini tidak memiliki nilai khusus. Perlu diketahui program bela negara ini bukan wajib militer. Program insiatif dari Kementrian Pertahanan ini adalah sebagai perwujudan hak dan kewajiban negara yang perlu disiapkan. Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemenhan, Laksma M Faidal mengungkapkan bahwa program bela negara tidak mencontoh Korea Selatan dan Singapura.

Program ini akan membentuk 4.500 kader Pembina Bela Negara di 45 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Pembentukan Kader Pembina ini akan dibuka secara serentak pada hari Senin, 19 Oktober 2015 mendatang. Program yang berkelanjutan digelar hingga tahun 2025 ini ditargetkan akan diikuti sekitar 100 juta rakyat. Ryamizard berharap mulai pada tahun 2016 program ini dapat diselenggarakan oleh Pemda yang bekerjasama dengan TNI dan Polri. Tapi soal biaya pemerintah masih belum memberikan penjelasan.

Advertisements

Comments

comments