Keren! Grup Angklung Asal Bandung Ini Sukses Tampil di Paris

0
244
angklung udjo, paris, hari angklung

Pada Rabu malam waktu setempat (18/11/2015) lalu 30 anggota kesenian Angklung Udjo yang dipimpin Sam Udjo sukses tampil di Paris, Prancis. Tampilnya grup angklung ini adalah dalam rangka memperingati 5 tahun angklung sebagai World Intangible Cultural Heritage UNESCO. Hal ini telah diutarakan oleh Dubes atau Wakil Delegasi Tetap RI di UNESCO, Fauzi Soelaiman, yang dikutip dari Antaranews, Kamis (19/11/2015).

Sam Udjo pun menyatakan rasa syukur akhirnya Saung Angklung Udjo dapat berkunjung ke Markas Besar UNESCO. Menurut Sam Udjo, grup angklungnya ini mendapat banyak kemudahan dalam rangka mewujudkan angklung bisa tampil di Markas Besar UNESCO. Kemudahan yang dimaksud di antaranya dalam mengurus visa schengen dan paspor bagi pelajar yang belum memiliki KTP. “Semua berjalan lancar,” katanya.

Rasa was-was dan khawatir sempat dirasakan menjelang tampilnya Angklung Udjo, akibat terjadinya aksi teror di Paris. Namun, semua kekhawatiran tersebut berhasil mereka singkirkan. Pada Selasa 17 November malam waktu setempat, tim kesenian Angklung Udjo sukses tampil di Gedung Theatre Odeon de lEurope, Paris. Sekitar 800 orang hadir di acara tersebut, meski suasana kota Paris masih tegang.

Ahadian Hadikusumah, salah seorang anggota tim Angklung Udjo, mengatakan rencana penampilan timnya di Paris sebenarnya sudah sejak 3 tahun lalu. “Akhirnya penantian kami untuk tampil di Kota Paris terwujud,” ujar Ahadian.

Menurutnya, beberapa tahun lalu tim kesenian angklung Saung Udjo juga pernah berencana konser di Paris. Namun perkiraan itu gagal. “Padahal kami semua sudah siap untuk berangkat termasuk pakaian seragam untuk tampil,” lanjut Ahadian.

Dijelaskan Fauzi Sulaeman, izin dan kepastian pagelaran angklung di Paris baru diterima pada hari Senin (16/11/2015) siang, dan masih dibayangi suasana tak menentu akibat teror Paris. Terlebih Paris masih menetapkan hari berkabung nasional pada saat itu. Namun ia bersyukur akhirnya acara tersebut berjalan lancar. “Kami lega akhirnya misi angklung untuk Perdamaian bisa terlaksana dengan baik,” ujar dia.

Ade Kadarisman, staf pengajar Fikom Unpad yang tengah menyelesaikan studi doktoral komunikasi di Paris mengatakan, momentum pagelaran angklung di Paris sangat tepat. Bukan saja sebagai promosi seni budaya Indonesia, tetapi sekaligus menjadi pesan perdamaian untuk dunia. “Angklung for Peace, kita dapat menampilkan harmoni damai di tengah situasi dunia saat ini,” ujar mantan Wakil Muda Indonesia untuk UNESCO Youth Forum 2005 ini.

Bahkan Ketua Indonesia Diaspora Network (IDN) Prancis, Yetty Aritonang, menjelaskan kekagumannya terhadap pertunjukan angklung tersebut. “Saya melihat orang-orang yang hadir dari puluhan negara sangat antusias menyaksikan pagelaran, meski di luar suasana Paris masih belum tenang,” terang Ade.

Ia pun menjelaskan, dirinya dan teman-teman sempat merasakan kekhawatiran untuk hadir di acara tersebut. Namun akhirnya tetap hadir setelah mengetahui imbauan dari Pemerintah Prancis, yang menenangkan para WNI untuk melihat nama Indonesia berkumandang di jantung kota mode tersebut.

Advertisements

Comments

comments