“Piala Eropa 2016 di Perancis Harus Tetap Berlangsung”

47
230
Piala Eropa 2016 ( Gambar : Google )

Insiden penembakan dan bom yang terjadi di Paris, Perancis hari Jumat (13/11/2015) lalu ternyata tidak menurunkan keyakinan Perancis untuk tetap menggelar Piala Eropa 2016. Insiden penembakan dan bom di tiga tempat tersebut mengakibatkan setidaknya 129 korban jiwa yang tiga diantaranya berada diluar Stade de France saat Perancis bertemu dengan Jerman di laga persahabatan. Walaupun sempat menimbulkan polemik mengenai kesiapan Perancis untuk menggelar Piala Eropa 2016 pada bulan Juni 2016 mendatang. Akan tetapi, Jacques Lambert selaku Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak akan mengubah status negaranya.

“Kami akan membuat keputusan yang dibutuhkan agar putaran final Piala Eropa nanti akan bisa dilangsungkan dengan kondisi keamanan terbaik,” jelas Lambert. “Keamanan di stadion bekerja dengan lumayan baik. Namun, tingkat kerawanan lebih tinggi terjadi di jalanan dan tempat-tempat kerumunan,” tuturnya lagi. Kondisi keamanan di Perancis kini sudah menunjukan kewaspadaan sejak aksi penyerangan redaksi Charlie Hebdo pada bulan Januari lalu. Dan ternyata malah semakin diperparah akibat insiden pada hari Jumat silam yang meningkatkan kerawanan di masyarakat, bahkan Presiden Francois Hollande menyatakan bahwa akibat kejadian ini Perancis dinyatakan darurat Nasional.

“Membatalkan Piala Eropa 2016 hanya akan membuat kita mengikuti keinginan pembuat teror itu,” kata Lambert. Federasi Sepak Bola atau FFF dan panpel Piara Eropa 2016 telah bertemu pada senin (16/11/2015) kemarin untuk membahas tingkat pengamanan terhadap supporter dan kontestan pada putaran final Piala Eropa 2016. Pihak penyelenggara berharap agar Piala Eropa 2016 akan berlangsung dengan lancar.

Advertisements

Comments

comments

Comments are closed.