Paul Cameron: Homoseksual Muncul dari Trauma Seksual Menyimpang dan Lingkungan

0
226
faktor lingkungan, LGBT, penyebab homoseksual

Banyak yang beranggapan seseorang menjadi gay dikarenakan faktor bawaan. Namun berbagai riset tidak memberikan hasil 100% yang akurat akan hal ini. Lantas apakah penyebab seseorang memiliki perilaku homoseksual? Apakah perilaku demikian menular?

Paul Cameron Ph.D dari Family Research Institute telah melakukan penelitian dan menemukan bahwa di antara penyebab munculnya dorongan untuk berperilaku homoseksual adalah pernah disodomi waktu kecil. Di Indonesia sendiri sudah banyak kasus demikian.

Tak hanya berawal dari trauma seksual menyimpang di masa kecil. Faktor lain yang mendukung seseorang menjadi gay adalah lingkungan, diantaranya:

  • Sub kultur homoseksual yang tampak dan diterima secara sosial, yang mengundang keingintahuan dan menumbuhkan rasa ingin mencoba.
  • Pendidikan yang pro-homoseksual (dapat Anda bayangkan di sekolah-sekolah, seandainya para pendukung homoseks berhasil mencapai agenda politik mereka, akan ada kurikulum tentang kesetaraan seksual, yang mana setiap orang berhak menjadi apa saja, baik heteroseksual atau homoseksual.
  • Toleransi sosial dan hukum terhadap perilaku homoseksual.
  • Adanya figur yang secara terbuka berperilaku homoseksual.
  • Penggambaran bahwa homoseksualitas adalah perilaku yang normal dan bisa diterima.

Penelitian Cameron menunjukkan bahwa kecenderungan homoseksualitas dapat disembuhkan. Hal ini dikarenakan perilaku seks manusia sebenarnya bisa dikendalikan. Untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci Anda dapat membuka link http://www.biblebelievers.com/Cameron3.html.

Mengingat manusia adalah makhluk sosial yang dapat bergaul dengan siapa saja, alangkah baiknya jika kepedulian dari keluarga dan lingkungan perlu mendapat perhatian yang lebih. Segala indikasi disorientasi yang terjadi di masyarakat bisa saja berdampak siapapun. Tidak bisa lagi soal perilaku seksual yang menyimpang disebut sebagai urusan privat.

Mengingat banyaknya para aktivis liberal yang mendukung gerakan LGBT ini, perlu diperhatikan bahwa memang benar hal tersebut merupakan hak individu dan ia sendiri yang dapat mengambil keputusan, namun ia tidak berhak menularkannya pada orang lain.

 

Baca juga:

 

 

Advertisements

Comments

comments