Ingin Tau Bagaimana Cara India Salip Pertumbuhan Ekonomi China ?

55
318
Ingin Tau Bagaimana Cara India Salip Pertumbuhan Ekonomi China ?
India (Gambar : Google)

Selama tahun 2015, pertumbuhan ekonomi India berhasil mencapai angka 7,5%. Angka tersebut ternyata lebih tinggi dibandingkan angka pertumuhan ekonomi China dan Indonesia. Bahkan India sendiri membidik target pertumbuhan sebesar 9% di masa mendatang.

“India bisa tumbuh 7,5% lebih cepat dari China,” kata Ajay Chibber selaku mantan Direktur Jenderal Penilaian Independen, Kementerian Dalam Negeri, India Rabu (23/3/2016). Pemerintah India berhasil menjaga inflasi pada tingkat 5%, defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit sebesar 1,3% dari Produk Domestik Bruto dan defisit anggaran sebesar 3,5% dari PDB. “Bahkan kita juga berhasil untuk menjaga keseimbangan makro ekonomi dengan baik,” ujar Ajay.

Lalu bagaimana caranya?

Menurut Ajay, perjalanan India untuk mencapai level ini tidaklah mudah. Setidaknya membutuhkan waktu 13 tahun lamanya untuk reformasi struktural yang sangat serius dalam perekonomian. India lebih memfokuskan pada pertumbuhan ekonomi, investasi, dan juga aliran modal. “Ini tidak bisa hanya dengan satu kali periode, tetapi terus dilakukan sampai berganti periode,” jelasnya.

Pemerintah India berusaha keras agar banyaknya investasi yang tertanam, terutama yang bersifat padat karya. Sehingga mampu mendorong lebih banya tenaga kerja agar mengurangi tingkat pengangguran di India. Di bagian sektor keuangan, kredit bermasalah atau Non Performing Loan pada perbankan menjadi fokus utama. Hal tersebut mengingat bahwa perbankan merupakan salah satu unsur yang penting untuk menjaga ketahanan pasar keuangan dan ekonomi secara keseluruhan.

Selain itu, India tetap menjaga defisit anggaran negara pada level aman dengan cara meningkatkan penerimaan pajak. Menurut Ajay, rasio pajak di India masih 10% terhadap PDB. “Maka dari itu kita berusaha untuk meningkatkan basis pajak dengan berbagai langkah pendekatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Beruntungnya, India merupakan salah satu negara yang tidak meiliki beban belanja subsidi yang terlalu besar. Saat ini subsidi hanyalah 4 % dari PDB dan pembangunan infrastruktur juga sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu. “Subsidi yang kita berikan hanya 4% dari PDB dan untuk minyak sendiri hanya 3% dari PDB,” jelas Ajay.

Ajay menambahkan bahwa pola tersebut kedepannya akan terus diterapkan. Sekarang perekonomian dunia sedang lambat, bahkan China sekarang hanya bergerak pada level 6% dengan proyeksi yang terus-menerus menurun. Akan tetapi, dengan fundamental ekonomi yang kuat, India seharusnya bisa terhindar dari pelemahan ekonomi global. “Pemerintah yang baru akan berjuang dengan keras untuk terus melakukan reformasi agar bisa mencapai target pertumbuhan sebesar 8-9%,” tutup Ajay.

Advertisements

Comments

comments

Comments are closed.