Captain America: Civil War Miliki Layar Lebih Banyak Dari AADC 2, Salahi UU?

233
1051
Captain America, AADC 2, UU Perfilman

Film Ada Apa dengan Cinta 2 (AADC 2) yang telah tayang sejak Kamis (28/04/2016) merupakan salah satu film yang ditunggu penonton Indonesia. Kisah Rangga yang telah meninggalkan Cinta ke Amerika selama 14 tahun membuat penonton penasaran dengan kelanjutan mereka ketika akhirnya Rangga kembali di Indonesia.

Dibalik kisahnya yang romantis tersebut, ternyata AADC 2 harus berebut layar dengan film blockbuster Hollywood yang juga ditunggu penggemar Marvel, Captain America: Civil War. Film yang menceritakan perang sipil antara Iron Man dan Captain America itu tayang sehari sebelumnya, yaitu pada Rabu (27/04/2016).

Captain America: Civil War sebelumnya memang telah meluaskan promosi. Chris Evans (Captain America), Anthony Mackie (Falcon), Sebastian Stan (Winter Soldier), dan sutradara Joe Russo yang tergabung dalam Team Cap sampai menghampiri publik Asia Tenggara. Tak hanya itu, Asia pun dapat menyaksikan Captain America: Civil War lebih awal. Padahal film tersebut justru baru akan tayang di Hollywood 6 Mei mendatang.

Untuk mengobati antusiasme masyarakat, beberapa bioskop memberikan kesempatan penggemar fanatik dan pencinta film untuk mendapatkan tiket lebih awal lewat pre-sale. Tiket sudah bisa didapat sejak 23 April sampai hari H film tayang, 27 April. Menakjubkan lagi, tiket tersebut untuk menonton film sejak 27 April sampai 1 Mei. Artinya, penonton yang baru mulai mengantre tiket pada 27 April harus pasrah jika tidak mendapat kesempatan menonton hari itu.

Dikutip dari cnnindonesia.com, sampai penayangan perdana Captain America: Civil War, Selasa (26/4/2016) malam, manajer operasional XXI Gandari City Steven K mengatakan tiket tidak terjual habis dalam pre-sale. “Masih 70 persen. IMAX tinggal tiga baris,” ujarnya. Hal tersebut berbeda dengan film Batman v Superman: Dawn of Justice, Spectre, dan Star Wars: The Force Awakens yang tiketnya terjual habis dalam masa pre-sale.

Malam itu Steven belum bisa memastikan Captain America: Civil War akan ditayangkan di berapa layar XXI. “Di Gandaria City mungkin lima teater, termasuk IMAX,” tuturnya. Ia menurunkan The Jungle Book yang malam itu masih bertengger di IMAX, saat Captain America: Civil War tayang. Film yang sama juga akan diputar di seluruh teater eksklusif atau kelas Premiere yang dimiliki salah satu mal di Jakarta Selatan itu.

Mengenai persentase pembagian layar untuk AADC 2, Steven pun belum bisa menjawab. Menurutnya, pembagian layar diputuskan langsung oleh manajemen pusat XXI. “Tapi kemungkinan besar jatah layar film masih ‘dihajar’ Civil War, belum tahu berapa.”

Selain itu, pembagian layar juga akan ditentukan berdasarkan animo penonton. Jika AADC 2 ternyata animo penontonnya banyak, memungkinkan bila jumlah layarnya akan ditambah. “Jatah buat film nasional akan lebih, kalau filmnya booming,” ujar Steven melanjutkan.

Seperti data yang dikutip dari CNNIndonesia.com dengan menghitung jumlah layar di tiga jaringan bioskop besar di Indonesia secara manual, terutama di Jakarta, jumlah layar untuk Captain America: Civil War masih jauh lebih banyak ketimbang AADC 2.

Di jaringan bioskop XXI, Captain America: Civil War ditayangkan di sekitar 165 layar, termasuk Reguler, Premiere, 3D, dan IMAX. Sementara AADC 2 yang hanya punya versi reguler, ditayangkan di sekitar 57 layar, 32 persen dari seluruh layar yang dimiliki Captain America.

Kemudian di Cinemaxx, Captain America: Civil War punya enam layar, sementara AADC 2 hanya dua. Bioskop lain, CGV blitz, Captain America: Civil War ditayangkan di 34 layar sementara AADC 2 hanya punya enam layar, seluruhnya reguler.

Mira Lesmana, produser AADC 2 pernah mengatakan, film itu akan ditayangkan di 183 layar bioskop di Indonesia, termasuk jaringan bioskop XXI, CGV blitz, Cinemaxx, dan bioskop independen lainnya. “Maunya lebih (layarnya), tapi Captain America juga butuh layar,” ujar Mira.

Layar Film Barat Lebih Banyak Daripada Film Nasional Salahi UU

Jika ditinjau lebih jauh, kenyataan bahwa jumlah layar Captain America: Civil War jauh lebih banyak dari AADC 2 tersebut tidaklah sesuai dengan Pasal 32 UU Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman yang seharusnya melindungi film nasional dengan memberikan persentase proporsi layar yang sudah pasti.

Disebutkan dalam UU tersebut bahwa “Pelaku usaha pertunjukan film sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (3) wajib mempertunjukkan film Indonesia sekurang-kurangnya 60% (enam puluh persen) dari seluruh jam pertunjukan film yang dimilikinya selama 6 (enam) bulan berturut-turut”.

Meskipun, tak dapat dipungkiri secara teknis Captain America: Civil War akan mendapat jatah layar lebih mengingat mereka punya versi tiga dimensi dan kompatibel untuk IMAX.

Namun sayangnya, tidak ada sanksi jelas jika pengusaha bioskop melanggar Pasal 32 UU Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman itu. Mira sendiri sebenarnya optimistis, lantaran menurutnya AADC 2 masih punya pasar dari belasan tahun lalu yang akan bernostalgia dengan menonton romansa Rangga dan Cinta.

Pengusaha bioskop sendiri pernah menyampaikan, pihaknya tidak mengutamakan film impor, melainkan mengutamakan penonton. Berdasarkan perhitungan bisnis, film mana yang laku dan disukai penonton, itulah film yang dipertahankan.

Advertisements

Comments

comments

Comments are closed.