Kisah Siswadi, Tentara dengan Tangan Bionik Pertama di Indonesia

8
303
bionic hand, serka mar siswadi, bionik pertama indonesia

Jika tangan bionik di negara luar sudah biasa dilakukan, maka berbeda dengan Indonesia yang mencoba untuk pertama kali memasang tangan bionik pada manusia. Orang pertama di Indonesia yang dipasangi tangan bionik tersebut adalah Serka Mar Siswadi. Ia adalah salah satu instruktur penjinak granat di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Purboyo, Malang Selatan, Jawa Timur.

Tangan kanan bapak dua anak itu terpaksa diganti dengan tangan bionik setelah cacat akibat ledakan granat di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Purboyo, Malang Selatan pada September 2014. Pada saat itu, Siswadi dievakuasi dari Purboyo ke Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) dr Ramelan Surabaya menggunakan helikopter. Dua lengannya hancur karena ledakan. Kini tangan kirinya dipasang tangan palsu untuk estetika. Sementara tangan kanannya dipasangi tangan bionik buatan Inggris yang memanfaatkan software Amerika seharga 600 juta rupiah yang dibeli Rumkital. Secara otomatis keberhasilan ini menjadikan Rumkital dr Ramelan sebagai satu-satunya rumah sakit yang pertama memasang tangan bionik di Indonesia.

Kini Siswadi pun dapat menggerakkan tangan untuk beraktivitas. Dengan tombol-tombol program, ia juga bisa menggerakkan pergelangan tangan atau mengambil kertas tisu super tipis mengenakan ibu jari dan jari manis tangan bionik tersebut. Sistem kerja tangan bionik digerakkan otot tangan yang masih bisa terselamatkan dan berfungsi. Otot ini menjadi sensor kinerja tangan bionik.

Dikutip dari sindonews.com, Kolonel Laut (K) dr. IDG Nalendra setelah dilantik menjadi Kepala Rumkital dr Ramelan berujar, “Kedepannya rumah sakit di sini akan kami kembangkan sebagai pusat traumatologi”.

Pengenalan tangan bionik kepada publik dilakukan seusai serah terima jabatan kepala Rumkital dr Ramelan dari Laksamana Pertama TNI dr. Sulantari Sp. THT.KL kepada Kolonel Laut (K) dr. IDG Nalendra di halaman Rumkital dr Ramelan, Surabaya. Sulantari memasuki masa purna tugas, sedangkan Nalendra sebelumnya menjabat Kepala RS Mintoharjo Jakarta. Bidang traumatologi menjadi tuntutan karena Rumkital dr Ramelan adalah rumah sakit tentara.

Tak menutup kemungkinan diluar sana ada juga tentara yang menjadi korban traumatologi akibat ledakan granat atau ranjau. Laksamana Pertama TNI Sulantari menyebut pemasangan tangan bionik saat itu menjadi keputusan rumah sakit yang dipimpinnya. Tentu saja pemasangan tangan bionik seharga 600 juta rupiah itu telah dikonsultasikan dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) yang kala itu dijabat Laksamana Marsetio.

Awalnya dilakukan operasi pemilahan otot yang rusak dan berfungsi terlebih dulu, baru diputuskan memasang tangan bionik. Sistem kerja tangan juga bergantung pada baterai yang bisa diisi ulang seperti baterai ponsel. Baterai ini mampu bertahan setahun.

“Tidak semua tangan bisa diganti bionic hand . Cacat bawaan lahir tidak bisa karena tidak ada otot terlatih. Padahal otot diperlukan melatih sensor,” ujar Sulantari.

Keberhasilan pemasangan tangan bionik pertama di Indonesia juga membuat lega dan bangga Letkol Laut (K) dr Adi Suriyanto, spesialis ortopedi dan traumatologi. Sebagai ketua tim, Adi mengambil keputusan cepat. Operasi yang dilakukan adalah membuang bagian tangan rusak dan merapikan untuk disiapkan prothese atau pengganti bagian tubuh yang hilang. Prothese yang menjadi pilihan adalah tangan bionik, yaitu tangan robot yang dikendalikan sinyal listrik otot-otot tangan lain yang masih berfungsi.

“Ada tiga tahap penanganan medis. Operasi setelah ledakan dan persiapan bentuk tangan. Tahap dua, melatih otot-otot yang tersisa, disusul pembuatan songket atau cangkang,” ungkap Adi.

Menunggu kesembuhan pascaoperasi sekaligus melatih otot merupakan proses yang paling lama. Adi bersama anggota tim medis, dr. Andi Abdullah dan dr. Markus Antonius, akan konsentrasi pada traumatologi. Banyak korban kecelakaan lalu lintas yang juga memerlukan penanganan. Rumkital dr. Ramelan berhasil memasangkan tangan bionik pada Serka Mar Siswadi.

 

Advertisements

Comments

comments

Comments are closed.