Lawan Berita Hoax, Bandung Gelar Acara ‘Deklarasi Bandung Hantam Hoax’

0
186
Ridwan kamil, Hoax,Bandung

Maraknya penyebaran berita bohong atau hoax dalam satu tahun terakhir ini melalui sosial media yang tidak dapat terkontrol oleh perss mau pun lembaga pemerintah yang mengatur tentang penyiaran berita. Ini berdampak pada keresahan masyarakat luas yang secara umum adalah masayarakat awam menjadi begitu mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum jelas asal sumbernya. Secara lebih jauh nantinya akan menimbulkan perpecahan dan berujung pada ancaman bagi kesatuan NKRI.

Media menjadi poros utama dalam menyebarluaskan berita sehingga sangat perlu dilakukan filtering bagi berita-berita yang akan rilis. Tidak hanya mengejar rating tanpa memperhitungkan kualitas berita yang dipostingkan ke publik. Sekarang ini banyak sekali media tidak resmi yang menjadi rumah bagi persebaran berita hoax dan justru media itu yang paling mudah diakses sehingga bagi masyarakat yang kurang selektif akan menelan tanpa memilah isi berita.

Dalam acara Deklarasi Bandung Hantam Hoax yang diselenggarakan di Alun-alun kota Bandung pada Senin 20 Februari 2017, Wali Kota Bandung, Ridwan kamil menyampaikan pesannya untuk media-media resmi yang telah memiliki nama besar dan telah mendapat kepercayaan dari masyarakat luas harus menjadi benteng penahan persebaran berita hoax.

Media media arus utama diharapkan tidak turut menyebarkan berita hoax yang hanya karena pesanan satu atau dua pihak berkepentingan tertentu. Berita hoax yang tersebar kini menjadi tren dan terus meningkat jumlahnya karena ini dipandang sebagai tren sehingga banyak pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari penyebaran berita bohong yang memicu kontroversi dan bahkan konflik masyarakat.

Media resmi memegang peran utama dalam kasus hoax ini karena kepercayaan masyarakat sebenarnya masih mengacu pada kredibilitas sumber berita. Diharapkan media resmi tetap menjaga kepercayaan masyarakat, karena apabila masyarakat sudah kehilangan kepercayaan dan tidak tahu lagi kemana akan mencari sumber berita yang benar, secara perlahan akan mudah disusupi oleh doktrin-doktrin dan kepentingan asing.

Emil mengaku kerap merasa emosi ketika melihat di sosial media begitu banyaknya berita hoax yang justru mendapat banyak respon dari netizen. Responnya pun bervariasi, ada yang percaya, ada yang membantah, ada yang mengingatkan, bahkan ada juga yang menambahinya dengan kebohongan sejenis. Ini tidak bisa hanya dibiarkan saja, harus ada langkah konkret untuk menyaring persebaran berita.

Dari Bandung, Emil memulai langkah itu bersama segenap warga Bandung dalam Deklarasi Bandung Hantam Hoax. Berita hoax yang kerap di temui Emil di sosial media berupa broadcast berita bohong yang disertai dengan foto-foto asal comot. Ini menjadi awal untuk menebar kebencian antar masyarakat.

Akibatnya perlu susah payah klarifikasi dari pihak pihak yang bersangkutan dan media-media resmi. Dalam kegiatan ini Emil menggandeng Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk bersama-sama memulai langkah memerangi hoax dari kota Bandung. KPI mengagendakan kegiatan kampanye anti hoax yang akan dilaksanakan dengan menyasar pada sekolah-sekolah, masyarakat umum, ormas dan LSM.

Nantinya dari mereka akan dibentuk kader-kader anti berita hoax yang akan menyebarluaskan semangat dan pemahaman untuk melawan hoax dari setiap individu kepada masyarakat di sekitar dan meluas ke seluruh rakyat Indonesia.

Harapannya dengan kampanye ini masyarakat akan menjadi lebih sadar akan keberadaan hoax di sekitarnya, mampu memilih dan memilah dan juga mengunyah informasi yang seusai data dan fakta sehingga masyarakat tahu bagian mana yang benar dan mana yang tidak benar. Emil berharap kegiatan ini juga akan terselenggara di kota-kota lain di Indonesia untuk kemudian bersama-sama memerangi hoax yang meresahkan masyarakat.

Advertisements

Comments

comments