Asyik Berenang, Kaki Pemuda di Australia Malah Digerogoti Kutu Laut Pemakan Daging

0
138

Sam Kanizay, seorang remaja di Australia berusia 16 tahun, dirawat di rumah sakit usai mendapati kakinya bersimbah darah setelah berenang di laut.

Pada Sabtu (05/08/2017) malam waktu setempat, Sam berenang di Brighton Beach, Melbourne, Australia. Sam bermaksud merendam kakinya di air laut dan menenangkan nyeri otot pada kaki usai mengikuti pertandingan olahraga.

Namun hal mengerikan justru dialaminya. Sam mendapati kakinya bersimbah darah dari betis hingga pergelangan kaki.

“Saya merasa seperti sedang ditusuk menggunakan jarum,” tutur Sam, Senin (07/08/2017).

Setelah dibawa ke rumah sakit dan diperiksa, ternyata diketahui kaki Sam digerogoti oleh makhluk krustasea pemakan daging, lysianassid.

Dilansir CNN, Rabu (09/08/2017), ayah Sam, Jarrod Kanizay menginvestigasi sendiri apa yang menyebabkan kaki anaknya itu terluka dan berdarah. Dengan mengenakan pakaian selam, Jarrod kembali ke tempat Sam berendam. Jarrod menggunakan beberapa daging mentah untuk memancing hewan aneh di tempat itu.

Hasil yang didapatkan pun mengejutkan. Ada beberapa makhluk seperti tungau yang mengerubungi daging. Mereka mengerubungi daging dan menyedot darah daging. Perilaku tungau itu seperti ikan Piranha saat memakan mangsa.

“Pada potongan daging, mereka menyedot darah dan tetap menempel pada daging itu,” kata Jarrod.

Mengenal Lebih Jauh Lysianassid (Kutu Laut)

Lysianassid merupakan jenis amfipoda yang berperilaku sebagai pebangkai, alias pemakan bangkai atau tanaman dan hewan yang membusuk.

Diduga makhluk yang dikenal sebagai kutu laut itu memproduksi zat antikoagulan, yang menghambat pembekuan darah dan membuat kaki Sam tak berhenti mengucurkan darah setelah digigit.

Menurut Genefor Walker-Smith, ahli biologi perairan Museum Victoria yang meneliti kutu laut tersebut, makhluk itu sebenarnya tidak berbahaya dan tidak beracun.

Namun, Sam tetap dirawat di rumah sakit karena dirinya tidak bisa berjalan akibat luka yang ditimbulkan oleh kutu-kutu pemakan daging itu.

Seorang profesor ilmu biologi dari Monash University, Richard Reina, juga meyakini bahwa yang menyerang Sam itu adalah kutu laut. Menurut Reina, jarang sekali kutu laut menimbulkan cedera separah yang dialami Sam.

Reina menekankan bahwa kutu laut sebenarnya tidak berbahaya bagi pengunjung pantai atau orang-orang yang gemar berenang di laut.

“Sebenarnya makhluk-makhluk itu hanya makan bangkai, tapi mungkin karena Sam saat itu sedang berdiri diam saat berenang, mereka mendapat kesempatan untuk menyantap kakinya,” ungkap Reina.

Advertisements

Comments

comments