Kuasai Cara Memenangkan Pasar UKM di ERA MILENIAL

0
132

Menghadapi perkembangan dunia usaha yang makin marak, banyak orang berbondong-bondong mencoba peruntungan untuk terjun menjadi pebisnis. Namun, masih banyak pelaku bisnis, khususnya para pelaku Usaha Kecil Menengah, seringkali terganjal dalam penerapan pemasaran yang dilakukan di era digital saat ini.

Sebagai seorang pelaku bisnis, memahami metode pemasaran yang tepat sesuai dengan produk yang akan dijualnya adalah hal penting guna eksis di pasar bisnis. “Yang paling penting dilakukan adalah memahami pasar atau market place baru menentukan produk apa yang akan dijual,” ungkap Sultan Isnainsyah, Social CRM Manager Indosat Ooredo, beberapa waktu lalu.

Menurut Sultan, jantungnya bisnis adalah praktek pemasaran yang tepat dan efektif guna menjangkau konsumen secara luas. Hal demikian sangat bisa membuat produk yang kita pasarkan memiliki ikatan emosional terhadap konsumen.

Terlebih lagi di era milenial saat ini. Praktek pemasaran secara konvensional sudah sangat rentan tergusur berbagai metode yang ditawarkan platform digital. Oleh sebab itu, pelaku bisnis wajib tak hanya menggunakan metode konvensional, melainkan beranjak ke media digital yang lebih luas.

Sementara itu, Innovation Director PT. Digital Kreasi Cakrawala Faris Biladi mengatakan, para pelaku bisnis mesti berpikir pada kelangsungan usaha para pelaku bisnis tersebut. Sebab menurutnya, para pelaku bisnis yang terlalu nyaman pada keadaan saat ini, akan mengancam pada kelangsungan bisnis itu sendiri.

Faris juga mengingatkan mengenai dunia digital yang memaksa setiap pelaku bisnis harus terus berinovasi, baik dalam produk maupun metode pemasaran yang dilakukan. “Para pelaku bisnis anyar, ataupun Usaha Kecil Menengah, sudah semestinya memulai rancangan dan planning tentang bagaimana cara memasarkan produknya. Digital marketing adalah salah satu cara yang darurat untuk dipelajari di era milenial saat ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Bagi Faris, migrasi dari besar-besaran dari pasar offline ke pasar online, serta kebiasaan yang berubah menjadi belanja melalui media digital, telah memaksa para pelaku bisnis untuk memahami metode yang tepat guna memasarkan produknya di media digital agar tak tergerus kompetitor lain.

Keduanya, baik Faris maupun Sultan, setuju dengan urgensi mempelajari dan mempraktekan langsung bagaimana langkah yang tepat untuk memasarkan produk menggunakan konsep digital marketing. Sebab, melalui metode tersebutlah para pelaku bisnis dapat melakukan brandin, memasarkan, menguatkan citra, dan menjadikan produknya memiliki nilai emosional kepada para konsumen.

Melihat urgensi tersebut, Faris dan Sultan kemudian memilih untuk membentuk 99 Academy, sebuah lembaga organisasi yang melakukan kegiatan kampanye pendidikan, baik ekonomi, teknologi, bisnis, media, dan lain sebagainya. Lembaga organisasi ini berkegiatan dengan membuka kesempatan para pesertanya mengikuti workshop dan kelas-kelas khusus yang sesuai denga kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.

Sementara itu, pada bulan ini, 99 Academy mengadakan kelas workshop yang akan membahas bagaimana cara menguasai pasar UKM di era milenial menggunakan digital marketing. Acara tersebut akan diselenggarakan pada 17 September 2017 di meeting room Coffee Toffee, Grogol, Jakarta Barat.

Dengan adanya kelas tersebut, Faris dan Sultan berharap para pelaku bisnis tak lagi takut kalah bersaing dengan kompetitor lainnya. Mereka juga akan diajak mempelajari berbagai masalah dan solusi dalam pemasaran di media digital secara langsung dengan praktek-praktek teknologi terkini.

Advertisements

Comments

comments