Mengintip Makna Filosofis Siraman Jelang Pernikahan Kahiyang-Bobby

1
70
kahiyang ayu, filosofi siraman, presiden jokowi
Kahiyang-Bobby/detikcom

Kabarnesia.com – Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, beserta calon suaminya, Bobby Nasution telah melangsungkan rangkaian acara pernikahan. Pada Selasa (07/11/2017), calon pengantin ini telah selesai menjalani prosesi siraman sebelum akhirnya mengikat janji suci pada Rabu 8 November 2017.

Prosesi siraman Kahiyang Ayu dilangsungkan di kediaman Jokowi Jalan Kutai Utara, Kota Solo, Jawa Tengah. Sementara mempelai pria, Bobby Nasution menggelarnya di lantai 19 Hotel Alila, Solo.

Mengenai siraman ini, Presiden Joko Widodo ungkap filosofi dibalik siraman yang dilakukan putrinya, Kahiyang Ayu. Menurutnya, siraman bermakna menghilangkan noda-noda tidak baik di dalam hati.

“Siraman telah selesai Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, baik mulai dari awal sampai akhir,” kata Jokowi di kediamannya di kediaman Jokowi, Jalan Kutai Utara, Sumber, Solo, Selasa (07/11/2017), seperti dikutip detik.com.

“Proses siraman itu filosofinya menghilangkan, membersihkan, menghilangkan noda noda yang tidak baik baik di hati baik di pikiran yang melekat di badan pengantin kira-kira seperti itu,” tuturnya.

Menurut Jokowi, suasana haru terjadi bukan saat siraman, namun saat sungkeman. Jokowi teringat bagaimana Kahiyang nantinya akan hidup terpisah, mandiri bersama suaminya.

“Saat sungkeman (harunya). Karena apapun, Kahiyang ini sudah dari kecil sampai besar setiap hari bersama di rumah dan besok Insya Allah setelah ijab qobul sudah mandiri membangun keluarga sendiri,” ungkap Jokowi.

Jokowi lantas memohon doa restu untuk pernikahan putrinya dengan Bobby Nasution.

“Kita berdoa dan mohon doa restunya agar Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution bisa membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah,” kata Jokowi.

Advertisements

Comments

comments

1 COMMENT

Comments are closed.