Jonru Ajukan Pra Peradilan, Kuasa Hukum : Semoga Hakim Mengabulkan Permohonan Kami

0
154

Kabarnesia.com – Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting, tersangka kasus hate speech atau penebar ujaran kebencian baru saja usai mengajukan kesimpulan dalam sidang pra peradilan pada Jum’at, 17 Nopember 2017.

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum Jonru, Djuju Purwantoro. Dimana agenda telah diputuskan oleh hakim pada Selasa, 21 Nopember 2017.

“Jonru Ginting, klien kami baru saja selesai mengajukan kesimpulan dalam sidang pra peradilan. Agendanya Selasa depan, itu sudah keputusan hakim atau vonis,” ujar Djuju Purwantoro kepada JakartaPintar.com, Sabtu (18/11/2017) usai seminar “Hate Speech dan Ancaman Kebebasan Berekspresi Dalam Hukum Media” di Universias Esa Unggul.

Polisi menjerat Jonru dengan 3 pasal berlapis. Pertama, Jonru dijerat Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun penjara.

BACA JUGA:

Kedua, Jonru diduga melanggar UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun.

Ketiga, Jonru juga dikenakan Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Suatu Golongan Tertentu dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.
Tim kuasa hukum Jonru mengajukan praperadilan atas penetapan status tersangka klien mereka. Djuju mengatakan penangkapan dan penahanan Jonru tidak sah dan tidak sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
“Ya memang ini tidak sesuai, untuk itu kami mengajukan pra peradilan. Kami hanya bisa berharap, apa yang sudah kami mohonkan dalam sidang pra peradilan di Jakarta Selatan bisa dikabulkan oleh hakim,” pungkas Djuju.
Advertisements

Comments

comments