Aroma Politik Terendus di Reuni Aksi 212

2
131
Aksi 212/Google

Kabarnesia.com – Rencananya reuni Aksi 212 akan kembali di laksanakan Sabtu (2/12) di Monas, Jakarta. Sebelumnya, Aksi 212 ini diadakan pada bulan Februari tahun lalu dengan agenda aksi meminta pemerintah untuk menahan Basuki Tjahya Purnama atau Ahok terkait kasus penistaan agama.

Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’aruf Amin mengatakan reuni Aksi 212 ini tidak perlu dilaksanakan karena akan menimbulkan provokasi politik.

“Itu menurut saya memunculkan provokasi dan menimbulkan saling mencurigai. Sangat mungkin (unsur politik), karena ini dibangun lagi untuk apa, masalah Ahok sudah selesai berarti ada masalah lain yang ingin diusung dibangun. Itu tak perlu ya,” kata Ma’aruf usai menghadiri acara Maulid Nabi di Lapangan Monas, Jakarta.

Ma’aruf Amin juga menghimbau para jemaahnya untuk tidak hadir dalam reuni aksi 212 esok hari, ia lebih menganjurkan para jamaah untuk menghadiri acara berzikir seperti Maulid Nabi dilapangan Monas.

Baca Juga : Dua Siklon Sekaligus dalam Seminggu, Indonesia Catat Sejarah

Sedangkan dari segi pengamanan untuk Aksi Reuni 212, Polri telah menyiapkan kurang lebih 25 ribu personel untuk mengawal acara tersebut.

Kapolri Jendral Tito Karnavian juga menuturkan  aksi Reuni 212 yang akan digelar di Monas ini tercium bau politik, tidak hanya sebatas reuni saja.

“Ini juga nggak akan jauh-jauh dari politik 2018. Ini pastinya ke arah politik 2018-2019,” pungkas Tito, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (30/11).

Advertisements

Comments

comments

2 COMMENTS

Comments are closed.