Tsamara Amany Ajak Anak Muda Tak Takut Terjun Politik

1
153
Tsamara ajak anak muda berpolitik
Tsamara Amany mengisi materi seminar (Foto: Esa Unggul)

Kabarnesia.com – Politisi muda Indonesia Tsamara Amany menyampaikan materi dalam seminar dan Talkshow bertajuk “Mahakarya Pemuda Dalam Kolaborasi Membangun Negeri” yang diselenggarakan di Universitas Esa Unggul, Senin (19/12). Dalam seminar yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Esa Unggul tersebut, Politisi muda yang menapaki karirnya saat ini di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengajak para mahasiswa dan anak muda lain untuk tidak apatis dalam berpolitik.

Gadis berusia 21 tahun tersebut beranggapan anak muda memiliki peran sentral dalam memajukan berbagai bidang di Indonesia, seperti ekonomi, sosial, politik dan budaya. Peran yang dimainkan oleh anak muda untuk bangsa dapat disalurkan melalui ide-ide, serta inovasi tanpa batas, yang belum tentu dimiliki oleh orang-orang tua.

“Ayolah! Saya mengajak anak muda, terutama mahasiswa Esa Unggul untuk tidak apatis dalam berpolitik, karena kalian memiliki kemampuan untuk memberikan ide-ide yang inovatif terhadap kemajuan bangsa. Kalau kalian apatis terhadap politik dan hanya menjadi penonton, kemajuan bangsa ini akan stagnan karena sistem yang ada hanya begitu-begitu saja,” terang Tsamara, di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, Senin (19/12).

Dirinya pun mencontohkan inovasi anak muda saat ini yang sebetulnya sudah mampu memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang awalnya sangat kompleks menjadi sederhana, seperti Go-Jek yang menawarkan solusi dari kemacetan, Bukalapak menawarkan solusi belanja secara mudah, dan beberapa aplikasi serta startup karya anak muda lain yang sebetulnya sudah mampu untuk memberikan solusi kepada masayarakat.

BACA JUGA:

Untuk itu, Tsamara melanjutkan anak muda harusnya juga mampu memberikan solusi terhadap masalah di pemerintahan yang sifatnya politis. Contohnya penanganan kasus korupsi. Menurutnya, peran anak muda dibutuhkan untuk menanggulangi korupsi di negeri ini, karena sistem yang tertata sejak dahulu memudahkan korupsi di badan pemerintahan terjadi.

“Sistem yang telah berjalan di negeri ini dari dulu hingga sekarang tidak berubah, ini memudahkan para pemangku kebijakan untuk melakukan korupsi. Seharusnya, setiap lembaga harus transparan dalam setiap penggunaan dana anggaran negara, di sini saya melihat celah anak muda untuk menyelesaikan permasalahan tersebut salah satunya melalui inovasi transparansi publik lewat E-Budgeting,” jelasnya.

Mahasiswi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina ini pun berharap kepada anak muda, khususnya mahasiswa untuk tetap independen sebagai anak muda, dan tidak terpengaruh oleh sistem yang salah, melainkan harus memperbaiki sistem birokrasi yang kompleks di pemerintahan, agar mampu mewujudkan tatanan birokrasi yang lebih baik demi kesejahteraan masyarakat.

“Saya harap, mahasiswa sebagai generasi penerus mampu menyumbangkan pikiran serta tenaga kepada negara, jangan menganggap politik itu sesuatu yang kolot, sehingga tidak mau terjun di dalamnya. Justru dengan sosok anak muda yang terjun di dunia politik dapat membawa hal yang baru dan ide-ide kreatif yang mampu memperbaiki sistem birokrasi yang salah sehingga masyarakat hidup dengan sejahtera,” tutupnya.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait anak muda atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Advertisements

Comments

comments

1 COMMENT

Comments are closed.