Iklan nutrilon royal di tegur KPI

0
319

Komisi penyiaran indonesia,KPI kabarnesia.com – KPI atau Komisi Penyiaran Indonesia nampaknya makin mengetatkan pengawasannya di ranah televisi tanah air. Sudah berulang kali, beberapa program acara televisi kena semprit komisi independen yang memang tugasnya sebagai pengawas, regulator, sekaligus eksekutor lembaga penyiaran publik di tanah air.

Kali ini yang kena semprit bukan lagi program acara atau konten sebuah acara, melainkan konten iklan yang KPI anggap tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan, bukan, maksudnya tidak sesuai dengan etika dan budaya di Indonesia.

Iklan yang kali ini menjadi korban dari ketatnya pengawasan KPI ini adalah iklan susu anak-anak Nutrilon Royal. Pada iklan Nutrilon Royal yang bertajuk “Life Start Here”, ada sebuah bagian dalam iklan tersebut yang mana menampilkan dua orang anak berbeda jenis kelamin melakukan ciuman bibir. KPI menilai adegan tersebut tidak sesuai dengan nilai budaya Indonesia. Padahal kalau di luarnegri, makna dari ciuman bibir itu biasa dilakukan kepada anggota keluarga (ibu dan anak) atau kepada orang lain untuk menunjukkan ekspresi kasih sayang. Tapi tidak di Indonesia, hal itu hingga kini masih dianggap tabu, meski dilakukan oleh anak kecil yang mustahil mendasari ciuman bibir itu karena aspek birahi.

Untuk menindaklanjuti hal itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Mochamad Riyanto pada tanggal 20 April 2012 kemarin telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh stasiun TV untuk secepatnya meng-edit adegan yang dimaksud dalam iklan Nutrilon Royal – life starts here tersebut.

Video iklan Nutrilon Royal yang ditegur KPI

Jika anda penasaran untuk melihat langsung adegan yang dimaksud melanggar oleh KPI dalam iklan Nutrilon Royal tersebut, anda bisa melihatnya dari video dibawah ini yang diambil langsung dari channel resmi Nutrilon Royal di youtube



Meski sudah sekitar satu minggu surat imbauan tersebut dikeluarkan pihak KPI, sampai saat ini belum ada tanggapan, sanggahan, pembelaan, maupun konfirmasi dari Nutrilon Royal.

Advertisements

Comments

comments