Tolak Pencalonan: Pendirian Risma Berbuah Bunga

2
57
Karangan bunga untuk Walikota Surabaya, Tri RIsma Harini (Sumber foto : koran-jakarta.com)

Kabarnesia.com – Mundurnya Abdullah Azwar Anas sebagai Cawagub mendampingi Cagub Jatim Syaifullah Yusuf yang diusung PDI-P dan PKB pada Pilkada Jatim 2018, membuat Risma dilirik oleh PDI-P sebagai kader yang berpotensi besar dan relatif kuat. Namun Risma menolak. Pendirian Risma untuk terus menyelesaikan tugasnya berbuah bunga dan dukungan dari warga.

Penolakan yang dilakukan walikota perempuan pertama di Surabaya itu ternyata berbuah bunga. Kediaman Rumah Dinas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Jalan Wali Kota Mustajab No. 1 Kota Pahlawan dibanjiri karangan bunga yang berisi penolakan maju sebagai Cawagub Jawa Timur pada Pilgub Jatim 2018.

Beberapa karangan bunga itu sendiri sudah mulai terpasang sejak Jumat (5/1) malam. Kiriman-kiriman bunga tersebut dianggap sebagai bentuk kecintaan masyarakat terhadap Bu Risma, dan bentuk penegasan masyarakat yang tidak ingin ditinggalkan oleh sosoknya.

“Saya menilai ini bukti kecintaan masyarakat surabaya kepada bu risma ” ujar Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser di Surabaya, Minggu (7/1).

Tidak hanya karangan bunga. Spanduk-spanduk pun mulai bermunculan turut mewarnai beberapa titik di Surabaya. Ada beberapa di antaranya, bertuliskan, “Jangan Usik Bu Risma”, kemudian “Bu Risma tetap di Surabaya” dan lainnya.

Baca Juga : Jelang Pilkada 2018, Ridwan Kamil: Bukan Saya yang Tentukan Pasangan

“Nggak. Di awal saya sudah sampaikan. Saya terus terang, masih kepingin di Surabaya. Saya tidak ingin berubah. (Keputusan) itu sudah sejak beberapa tahun lalu” tegas Risma kepada wartawan di rumah dinasnya, Jalan Wali Kota Mustajab, Surabaya, Sabtu (6/1).

Walikota Surabaya itu menyatakan dirinya tidak ingin kehilangan waktunya untuk membenahi beberapa pekerjaan di Surabaya, dan masih ingin melanjutkan beberapa pekerjaannya di kota Surabaya. Bahkan ia tidak ingin meninggalkan pekerjannya jika belum beres.

“Saya tidak mau cuti. Saya nggak mau kehilangan waktu. Waktu libur saja, saya kerja. Libur kemarin saya kerja. Kalau cuti kan tidak bisa kerja, saya ingin tetap bekerja karena masih banyak yang harus saya selesaikan. saya ingin saat saya nanti meninggalkan Surabaya, kota ini sudah bagus” ujarnya.

Baca juga artikel menarik lain terkait politik dan informasi terkini lainnya di Kabarnesia.

Advertisements

Comments

comments