Nenek Ini Mengaku Minuman Bersoda Bantu Umurnya Panjang

0
38
Minuman bersoda rahasia panjang umur nenek berusia 104 tahun
Rowley, nenek berusia 104 tahun yang mengklaim panjang umur karena minum soda (Foto: IB Times)

Kabarnesia.com – Seorang nenek di Michigan, yang baru saja menginjak usia 104 tahun telah membuat sebuah pengakuan yang aneh dan mengherankan. Mencapai usia 100 tahun adalah prestasi yang mengejutkan dalam dirinya sendiri, tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah rahasia wanita ini untuk kehidupan yang panjang. Pada usia 104, Theresa Rowley telah mengungkapkan bahwa kunci untuk mencapai usia ini adalah mengonsumsi minuman bersoda setiap hari!

Warga Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat ini telah merayakan ulang tahunnya yang ke 104 pada tanggal 1 Januari 2018 lalu, dengan sebuah kue besar. “Ketika saya berumur 100 tahun, saya pikir saya tidak akan pernah menjadi 104,” ujar Rowley berbagi dengan WZZM.

“Aku pikir akan segera menginggal ketika berumur 101, dan tidak ada yang terjadi, dan ini aku 104, dan masih hidup sampai saat ini,” tambahnya.

Pada usianya yang ke 104 ini, Rowley tidak ingat kapan tepatnya dia dan keluarganya pindah ke Grand Rapids, dan mengatakan bahwa ia  lahir di Illinois pada tahun 1914, kemudian pindah ke North Dakota sebelum akhirnya tiba di Michigan. Tapi, yang tidak pernah dia lupakan adalah hari ketika ia meminum minuman bersoda.

Meskipun baru berusia 36 tahun ketika minuman bersoda diluncurkan di Amerika Serikat pada tahun 1982, para ilmuwan tidak akan setuju bahwa minuman tersebut memiliki peran yang baik di usianya yang ke 36 tahun. Terutama karena minuman bersoda telah dikaitkan secara detail dengan obesitas, diabetes, stroke dan demensia.

BACA JUGA:

Dalam beberapa peringatan tentang minuman bersoda, meskipun rendah kalori dibandingkan minuman ringan biasa, namun masih mampu menaikkan berat badan dan memicu diabetes. Terutama, jelas seorang ilmuwan, setiap produk dari minuman bersoda itu sendiri membingungkan tubuh manusia, karena tidak ada zat dan nutrisi alami.

Minuman bersoda, meskipun diklaim berkalori rendah mungkin tetap sama manisnya dengan versi normal, namun ketidakcocokan tersebut menyebabkan terganggunya metabolisme tubuh.

Peneliti dari Universitas Yale mengklaim, dalam minuman bersoda mengandung pemanis buatan. Rasa manis di dalamnya menunjukkan energi, sehingga semakin lebih manis, semakin banyak kalori yang dikandungnya. Juga, orang dewasa yang mengonsumsi lebih dari tiga gelas sehari lebih mungkin terkena stroke atau demensia.

Jadi, alih-alih menganggapnya sebagai alternatif yang lebih sehat, para ilmuwan percaya bahwa masyarakat lebih disarankan untuk memilih air mineral atau susu.

Pada penelitian terhadap 4.400 orang dewasa oleh Universitas Boston, minuman bersoda juga lebih cenderung menyebabkan stroke dan demensia daripada air mineral biasa. Meskipun tidak ada hubungan yang pasti antara minuman bersoda dan salah satu dari penyakit tersebut, semua penelitian tersebut merekomendasikan setiap orang untuk tidak meminumnya.

BACA JUGA: Tips Agar Tak Bingung Tentukan Tanggal Pernikahan

Saat Rowley mengungkapkan, mengonsumsi setidaknya satu kaleng soda setiap hari. Dan menganggap minuman bersoda tersebut adalah, ramuan rahasianya untuk hidup yang panjang, namun ia nyatanya mengklaim meminum soda hanya karena menyukainya. Dia mengaku, “Saya meminumnya karena saya menyukainya.”

Hal itu mengartikan, rahasianya hidup panjang bukan karena kandungan soda di dalamnya, namun hanya sebuah ‘opini’ seorang penyuka soda yang berat.

Dia juga menambahkan dengan santai, “Saya memiliki sekantong kaleng kosong minuman bersoda yang harus saya kembalikan untuk membeli lebih banyak lagi minuman bersoda,” dikutip dari IB TIMES, Rabu (9/1). (Rep: Muthia Syafira Mawardha)

Baca juga artikel menarik lainnya terkait kabar unik atau informasi terkini lainnya di Kabarnesia.

Advertisements

Comments

comments