Benarkah SBMPTN Tahun Ini Adalah yang Terakhir?

0
76
SBMPTN dihapuskan
Tes tulis SBMPTN dikatakan rentan dimanipulasi (Foto: Genmuda)

Kabarnesia.com – Tes seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) yang diadakan setiap tahunnya dianggap kerap mendatangkan masalah.  Hal itu membuat Kemenristekdikti dan panitia pusat SNMPTN/SBMPTN memiliki wacana kebijakan baru, dengan mengembangkan program test centre (pusat ujian) sebagai inovasi pengganti SBMPTN.

“Kemenristekdikti dan panitia pusat sedang merintis program test centre (pusat ujian) untuk diterapkan dalam seleksi calon mahasiswa 2019 – 2020. Jika berhasil dan berjalan lancar, jalur SBMPTN akan dihapus. Dengan demikian, SBMPTN 2018 akan menjadi yang terakhir. ” ujar Ketua Panitia Pusat SNMPTN/SBMPTN 2018, Ravik Karsidi, dalam Peluncuran SNMPTN/SBMPTN 2018 di Kantor Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Jumat (12/1).

Program test centre jika berhasil dikembangkan maka akan menggantikan program SBMPTN tahun depan, namun tidak dengan program SNMPTN yang akan tetap dilaksanakan pada tahun-tahun yang akan datang.

“Tapi jalur SNMPTN untuk tahun depan tetap ada,” tambahnya.

Sementara itu, di waktu yang sama, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjelaskan, test centre (pusat ujian) dioperasikan sebagai pengganti jalur SBMPTN yang setiap tahun kian menimbulkan masalah. Sebab, tesnya yang masih sering tertulis dianggap dapat merugikan siswa, karena hasilnya bisa dimanipulasi.

“SBMPTN ini karena tesnya masih sering tertulis, maka risiko kebocoran soal terus ada. Dan mata uji yang diujikan itu belum tentu menjamin pas dengan potensi anak,” katanya.

BACA JUGA:

Ia mengatakan, mata uji yang diujikan pada test centre (pusat ujian) lebih untuk menelisik potensi akademik calon mahasiswa.

“Yang kami lihat adalah potensi, kemampuan seseorang. Contoh dulu ada tes potensial kemampuan akademik, kemampuan logikanya seperti apa, nanti saya maunya seperti itu. Kalau sekarang kan SBMPTN tes matematika, biologi dan lain-lain. Ke depannya tes center ini bisa dimanfaatkan untuk seleksi lain juga. Tahun depan harapan saya jadi hanya ada SNMPTN. Karena itu penulusuran minat dan prestasi,” ujarnya.

Nasir mengharapkan test center (pusat ujian) sudah bisa dioperasikan tahun depan, test center akan mirip seperti tes TOEFL atau tes bahasa lainnya yang dibuka sepanjang tahun.

“Tahun depan harapan saya seleksi masuk PTN hanya ada SNMPTN. Karena itu penelusuran minat dan prestasi. Lainnya pakai test center karena nanti akan tes sesuai minat. Pelaksanaan tesnya pun dibuka sepanjang tahun,” tandasnya

Sementara, alokasi kuota untuk SNMPTN/SBMPTN 2018 sama dengan tahun lalu, yakni 30:30:30. Artinya, setiap PTN harus menyediakan minimal 30% kuota untuk SNMPTN, 30% untuk SBMPTN, dan maksimal 30% untuk seleksi mandiri. Kuota 10% yang tersisa bisa dipakai untuk SNMPTN atau SBMPTN, tidak ditambahkan pada kuota seleksi mandiri.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait pendidikan atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Advertisements

Comments

comments