Mengenal Lebih Jauh Sosok Calon Pemimpin di Pilkada Jawa Barat

2
92
sosok calon gubernur jawa barat
Mengenal lebih jauh sosok calon pemimpin Jawa Barat (Ilustrasi: Voice of Jabar)

Kabarnesia.com – Pemilihan Umum Gubernur Jawa Barat 2018 akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk menentukan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat periode 2018–2023. Ini merupakan pemilihan kepada daerah ketiga bagi Jawa Barat yang dilakukan secara langsung menggunakan sistem pencoblosan. Munculnya calon-calon yang mumpuni membuat persaingan semakin kompetitif.

Berikut sosok para calon pemimpin Jawa Barat beserta pengalamannya dalam dunia pemerintahan

1. Tubagus Hasanuddin – Irjen Pol Anton Charliyan

Tubagus Hasanuddin, S.E., M.M  adalah seorang mantan perwira tinggi TNI-AD, namun sejak 1 Oktober 2014 mengemban amanat sebagai Anggota DPR RI.  Pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 8 September 1952 ini pernah bergelut dalam partai politik dan menjadi Ketua Departemen Politik DPP PDI Perjuangan, lalu menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat dari 2012 hingga saat ini.

TB. Hasanuddin adalah lulusan Akmil 1974, putra Jabar ini memiliki berbagai pengalaman dalam bidang Infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Sesmilpres Kemsetneg dan kini mencalonkan diri sebagai Gubernur Jabar 2018.

Sedangkan Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N adalah seorang perwira tinggi Polri yang pada 25 Agustus 2017 hingga 5 Januari 2018 mengemban amanat sebagai Wakalemdiklat Polri pengganti Irjen. Pol. Alberto Simanjuntak berdasarkan Surat Telegram Kapolri No. ST/2032/VIII/2017.

Anton, sapaan akrabnya, adalah lulusan Akpol 1984 yang berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan sebelumnya adalah Wakalemdiklat Polri, namun pada 5 Januari 2018, ia dimutasi lantaran akan maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018 sebagai wakil dari Tubagus Hasannudin.

Pasangan ini di usung oleh PDIP dengan jumlah 20 kursi di DPRD. 

BACA JUGA: 3 Calon Tunggal di Pilkada Banten: Uang Rakyat Untuk Partai Sia-Sia

2. Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum

H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T, M.U.D  adalah Wali Kota Bandung periode 2013 – 2018. Sebelum terjun dalam dunia pemerintahan, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini memiliki karir sebagai seorang arsitek dan dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung.

Pada tahun 2013, Emil yang dari kalangan profesional dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra sebagai wali kota Bandung dengan didampingi oleh Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil wali kota. Dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada 28 Juni 2013, pasangan ini unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24% suara, sehingga Pasangan Ridwan Kamil dan Oded Muhammad Danial ditetapkan menjadi pemenang dalam Pemilihan umum Wali Kota Bandung 2013.

Selama menjabat menjadi walikota bandung, Emil berhasil mendatangkan berbagai prestasi.

“Selama empat tahun ini Kota Bandung meraih prestasi di level provinsi, nasional hingga internasional dengan total 267 penghargaan,” ujar Emil saat menjadi inspektur upacara di Lapangan Upacara Balai Kota Bandung, Senin (25/9) tahun lalu. 

Penghargaan yang diraih antara lain tiga kali berturut-turut menyabet Piala Adipura dan reformasi birokrasi berbasis smart city sebagai pemanfaatan teknologi dalam berbagai sektor. 

“Dua minggu lalu juga kita meraih Adipura-nya ASEAN dengan kategori udara terbersih se-ASEAN,” ungkap Emil.

Selain itu, Emil juga membanggakan sejumlah pembangunan infrastruktur yang telah dipersembahkan bagi warga Kota Bandung. Beberapa diantaranya adalah 51 taman, 2.300 sumur resapan, 762 renovasi rumah, hingga revitalisasi 210 m2 gorong-gorong. Kini Emil mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat pada Pilgub Jabar 2018.

H. Uu Ruzhanul Ulum, SE adalah Bupati Tasikmalaya yang menjabat pada periode 2011-2016. Ia bersama wakilnya Ade Sugianto berhasil memenangkan Pilkada Tasikmalaya  2011 dengan perolehan suara sebesar 249.199 suara atau 32,37 persen.

Karier politiknya dimulai dengan menjadi pengurus Ranting PAC PPP Desa Kalimanggis (1987-1993), Pengurus Harian DPC PPP Tasikmalaya (1997-2010), Pengurus Harian DPW PPP Jawa Barat (2011-sekarang). Sementara jabatan politik dimulai sebagai Anggota DPRD Tasikmalaya (1999-2014), Ketua DPRD Tasikmalaya (2004-2009), dan Anggota DPRD Tasikmalaya (2009-2011).

Uu juga mempunyai website http://uuruzhan.com/ yang salah satunya menuliskan seabrek prestasi saat memimpin Tasikmalaya. Namun, prestasi yang skalanya nasional hanya beberapa yang bisa dilihat. Di antaranya, penghargaan atas menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan tahun 2015 dengan Capaian Standar Tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan Keuangan Pemerintah dari Menteri Keuangan RI tahun 2016.

Tahun 2017, ia mendapat Anugerah Literasi Program Prioritas dari Kemendikbud RI, dan terakhir, di tahun 2017 Uu sebagai bupati menerima Penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI yang dianggap berjasa bagi negara dalam bidang pertanian.

Kini Uu Ruzhanul Ulum mencalonkan diri menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar 2018. Pasangan ini diusung oleh Nasdem, PKB, PPP, dan Hanura dengan jumlah 24 kursi di DPRD.

BACA JUGA: Jelang Pilkada Jabar 2018, Ridwan Kamil: Bukan Saya yang Tentukan Pasangan

3. Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi 

Deddy Mizwar adalah Wakil Gubernur Jawa Barat sejak 13 Juni 2013. Ia juga merupakan seorang aktor senior dan sutradara Indonesia. Ia pernah menjadi Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional periode 2006-2009. Deddy Mizwar merupakan politikus dari jalur independen yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera.

Pada tahun 2012, Deddy memutuskan terjun ke dalam dunia politik, mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat dalam Pilkada Jabar 2013, mendampingi gubernur petahana Ahmad Heryawan.Pada Pilkada Jawa Barat 2013, dia terpilih sebagai wakil gubernur mendampingi Ahmad Heryawan. Pasangan ini meraih 6.515.313 suara atau sekitar 32 persen dari suara sah dari 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Saat ini, ia juga akan maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jawa Barat 2018.

H. Dedi Mulyadi, S.H adalah Bupati Purwakarta petahana. Ia dilantik pada tanggal 13 Maret 2008. Sebelum jadi Bupati, Dedi Mulyadi menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dan menjadi Wakil Bupati Purwakarta pada periode 2003-2008 bersama Lily Hambali Hasan. Pada Pilkada 2013, Dedi Mulyadi terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta untuk periode 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara.

Dedi Mulyadi terjun ke dunia politik dimulai ketika ia terpilih menjadi Anggota DPRD Purwakarta pada Periode 1999-2004 dan menjabat sebagai Ketua Komisi E. Akan tetapi pada tahun 2003, ia terpilih sebagai Wakil Bupati Purwakarta Periode  2003-2008 berpasangan dengan Lily Hambali Hasan.

Pada tahun 2008, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta Periode 2008-2013 berpasangan dengan Dudung B. Supardi, dan menjadi Bupati Purwakarta pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. Pada periode selanjutnya, ia terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta Periode 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara. Pada 23 April 2016, Dedi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Periode 2016 – 2020 menggantikan Irianto MS Syafiuddinatau biasa yang dikenal dengan nama Yance.

Jabatan yg pernah diduduki Dedi Mulyadi adalah Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, Senat Mahasiswa STH Purnawarman Purwakarta (1994), Wakil Ketua DPC FSPSI (1997), Sekretaris PP SPTSK KSPSI (1998), Wakil Ketua GM FKPPI Tahun (2002), Ketua PC Pemuda Muslimin Indonesia (2002), Sekretaris KAHMI Purwakarta (2002), Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Purwakarta (2005-2015), Wakil Bupati Purwakarta (2003-2008) dan Ketua DPC Partai Golkar Purwakarta (2004-2007) Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (2016-2019).

Dedi mulyadi kini mencalonkan sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat pada Pilgub Jabar 2018, berpasangan dengan Deddy Mizwar. Pasangan ini diusung oleh Demokrat dan Golkar dengan jumlah 29 kursi di DPRD.

BACA JUGA: Ini Dia Potensi Kemenangan Emil di Pilgub Jabar 2018

4. Mayjen (Purn) Sudrajat – Ahmad Syaikhu

Sudrajat yang dipilih oleh Gerindra sebenarnya bukan orang baru di dunia politik Jawa Barat dan tanah air. Kariernya tergolong cemerlang di dunia militer selain di partai politik. Bahkan, sebelum bergabung dengan Gerindra, ia merupakan mantan ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat.

Sudrajat pernah ditunjuk sebagai duta besar di Tiongkok dan menyelesaikan misinya pada 2009. Sekembalinya dari Tiongkok, ia banyak terlibat aktif dalam berbagai organisasi yang mempromosikan hubungan Indonesia dan Tiongkok. Saat ini, ia bahkan menjabat sebagai Ketua LIC (Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia China).

Pensiun dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada 2005, jabatan terakhirnya adalah sebagai Dirjen Strategi Pertahanan.

Sudrajat lulus dari Akademi Militer pada 1971. Ia mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan baik kemiliteran maupun umum, antara lain Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Lemhanas, beberapa pendidikan militer di Australia dan USA, dan memperoleh gelar Master of Public Administration (MPA) dari Harvard University, AS.

BACA JUGA: Tolak Pencalonan: Pendirian Risma Berbuah Bunga

H. Ahmad Syaikhu adalah seorang  politikus Indonesia. Ia adalah Wakil Wali Kota Bekasi, Jawa Barat mendampingi Rahmat Effendi yang dilantik pada 10 Maret 2013. Pasangan ini diusung Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelumnya, Ahmad Syaikhu merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS.

Ia juga pernah menjadi Auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Selatan pada 1986-1989, 1989 sebagai Auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat, 2004-2009 sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi, 2008 sebagai Calon Wali Kota Bekasi, 2009-2013 sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, 2013-sekarang Wakil Wali kota Bekasi.

Pasangan ini diusung oleh Gerindra, PKS, dan PAN dengan jumlah 27 kursi di DPRD.

Dari Empat pasangan calon diatas, Ridwan Kamil dinilai punya potensi menang karena elektabilitas tertinggi. Sedangkan, Deddy Mizwar punya peluang yang sama karena diuntungkan sebagai petahana. Tapi Sudrajat-Syaikhu juga punya potensi karena mesin politik terkuat di Jabar adalah PKS.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Pilkada atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Advertisements

Comments

comments

2 COMMENTS

Comments are closed.