Ada Apa Sebenarnya Dengan Kesehatan Donald Trump?

0
62
kesehatan donald trump
Donald Trump (Foto: Time)

Kabarnesia.com – Setelah sekian lama ‘White House’ membungkam pertanyaan mengenai kesehatan Donald Trump, akhirnya mereka dapat meredakan keraguan masyarakat tentang kesehatan dan kebugaran mental presiden 71 tahun tersebut.

Dokter yang menangani mengatakan, Presiden Donald Trump dinyatakan “sangat baik” dalam tes skrining kognitif (gangguan pada bahasa) yang diadakan secara ‘dadakan’ minggu lalu.

Tes kognitif adalah tes yang mencari tanda-tanda kerusakan kognitif ringan dan penyakit Alzheimer. Tes yang bernama Tes Montreal ini mencakup pertanyaan yang  mengulangi serangkaian angka dan mengingat daftar kata-kata umum.

Pengambil tes biasanya diminta untuk mengidentifikasi hewan, memasukkan semua nomor dan mengatur jam tangan ke waktu tertentu juga. Dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk melakukan tes tersebut.

Seorang dokter angkatan laut, Ronny Jackson mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih, “Saya mengatakan kepada presiden bahwa kalau saja dia memiliki menu sehat selama 20 tahun terakhir, dia mungkin akan berumur 200 tahun. Tapi saya akan mengatakan jawaban atas pertanyaan Anda adalah dia memiliki gen yang sangat bagus dan begitulah cara Tuhan membuatnya,” sebagaimana dikutip The Guardian, Rabu (17/1).

Jackson telah merawat tiga presiden sejak bergabung dengan unit medis Gedung Putih pada tahun 2006. Dia secara resmi ditunjuk sebagai dokter pada presiden pada tahun 2013 oleh Presiden Barack Obama.

Jackson dibesarkan di West Texas dan menghadiri Texas A & M dan University of Texas Medical Branch. Dia adalah seorang dokter Angkatan Laut yang mengkhususkan diri pada pengobatan darurat, dan telah bertugas di Pearl Harbor, Panama City, Florida, dengan sebuah tim bedah  yang dikirim ke Irak.

sumber foto dari The Guardian, Dr. Jackson saat menjawab pertanyaan mengenai Trump

Selama hampir satu jam pada hari Selasa (16/1), Jackson berdiri di ruang briefing Gedung Putih, menjawab pertanyaan dari wartawan tentang ujian fisik Presiden Trump, yang dilakukan pada hari Jumat (12/1) yang lalu.

“Ini adalah pertama kalinya seorang presiden duduk menjalani pengujian semacam itu,” kata Dr Jackson, saat dia menjawab pertanyaan ekstensif dari wartawan tentang segala hal, mulai dari seberapa Trump memperhatikan kesehatan prostatnya.

BACA JUGA:

Ujian fisik kepresidenan tahunan yang dilakukan Jumat lalu tersebut memakan waktu sekitar empat jam dan melibatkan 12 konsultan medis. Jackson, yang menjanjikan bahwa ia akan mengungkapkan rincian medis Trump, mulai dari: Trump berukuran 6 kaki 3 inci dengan berat 239. Index massa tubuhnya  (Body Mass Index/BMI) adalah 29,9, menempatkannya dalam kategori kelebihan berat badan untuk tinggi badannya. BMI 30 atau lebih tinggi dianggap obesitas.

Tekanan darahnya 122 di atas 74, yang normal, dan kolesterol totalnya 223, yang lebih tinggi dari yang dianjurkan. Ia memiliki denyut jantung sebesar 68 denyut per menit, dengan ritme teratur dan tidak ada suara abnormal.

Jackson mengatakan presiden bisa bertahan meskipun harus kehilangan berat badan 5 sampai 7 kilogram. Dia akan bekerja sama dengan juru masak Gedung Putih untuk mengurangi kalori, sekaligus mendorong Trump untuk berolahraga ringan.

Dan meskipun Trump menghadapi pertarungan nuklir dengan Korea Utara, kritik dari media dan memiliki pendukung yang rendah, nampaknya dia tidak pernah stress. “Saya belum pernah melihat presiden stress terlalu banyak. Dia memiliki kemampuan yang sangat unik untuk bangun pagi,” kata Jackson pada wartawan.

Dilansir dari U.S.News, Rabu(17/1), menurut Alzheimer’s Association, tidak ada satu tes pun yang membuktikan seseorang menderita penyakit Alzheimer. Diagnosis itu dilakukan melalui penilaian lengkap yang mempertimbangkan semua kemungkinan penyebabnya.

Versi standar tes ini “cukup bagus” tapi “tidak pasti” kata Dr. Ronald Petersen, ahli penyakit Alzheimer di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota. Petersen mengatakan bahwa dia tidak dapat berkomentar secara khusus tentang kesehatan kognitif presiden.

Tes tersebut tidak menilai kebugaran psikiatrik presiden dan presiden tidak menjalani evaluasi kejiwaan, menurut dokternya.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait kabar internasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

Advertisements

Comments

comments