Hotel Intercontinental Kabul yang Menjadi Langganan Serangan di Afghanistan

1
49
serangan hotel di Afghanistan
Serangan di Hotel Intercontinental Afghanistan (Foto: VOA Indonesia)

Kabarnesia.com – Orang-orang bersenjata menyerang Hotel Intercontinental Kabul pada hari Sabtu (20/1), menyita sandera dan saling menembak dengan pasukan keamanan saat gedung di ibukota Afghanistan terbakar sementara penduduk dan staff melarikan diri.

Dilansir dari Fox News, Minggu (21/1), juru bicara Kementerian Dalam Negeri Najib Denmark mengkonfirmasi bahwa hotel diserang sekitar pukul 09:00 waktu setempat, tapi tidak bisa memberikan rincian tambahan.

Pasukan khusus Afghanistan telah meluncurkan sebuah operasi untuk mengakhiri serangan di Hotel berbintang lima tersebut, yang populer di kalangan orang asing.

Manajer hotel Ahmad Haris Nayab, salah satu korban yang lolos tanpa cedera, mengatakan bahwa para penyerang telah memasuki bagian utama hotel melalui dapur dan orang-orang mencoba keluar di tengah semburan tembakan.

Serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah kedutaan AS di Kabul mengeluarkan peringatan tentang hotel di kota tersebut.

Tampak Hotel Intercontinental Kabul di Afghanistan sebelum serangan (Foto: Reuters)

Sedikitnya lima orang terluka, kata beberapa pejabat. Tidak jelas berapa banyak yang terbunuh.

Seorang penyerang tewas oleh pasukan keamanan dan tiga lainnya masih berada di dalam hotel, kata Nasrat Rahimi, seorang deputi juru bicara Kementerian Dalam Negeri.

Seorang saksi, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa mereka membawa beberapa staf hotel dan sandera tamu.

“Kami mengetahui laporan bahwa kelompok ekstremis mungkin merencanakan serangan terhadap hotel di Kabul,” kata kedutaan tersebut dalam sebuah peringatan keamanan publik yang dipublikasikan pada hari Kamis (18/1), meskipun ada kemungkinan mereka menargetkan hotel lain di dekat bandara internasional sebagai target yang lain.

BACA JUGA:

“Kelompok-kelompok ini mungkin juga menargetkan pertemuan umum / demonstrasi, fasilitas pemerintah, tempat transportasi umum, pasar, dan tempat di mana orang asing biasa berkumpul,” sebagaimana dikutip dari BBC News, Minggu (21/1).

Kapten Tom Gresback, juru bicara untuk misi ‘Resolute Support’ NATO di Afghanistan, mengatakan bahwa mereka juga mengawasi dengan seksama namun tidak jelas apakah pasukan internasional ikut berperan dalam menekan serangan tersebut.

Seorang polisi yang berjaga di sekitar hotel Kabul Afghanistan, Jan. 20, 2018. Omar Sobhani / Reuters

Sejauh ini, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, ISIS telah mengatakan bahwa mereka berada di balik beberapa serangan mematikan di kota tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Tidak hanya itu, hotel ini diserang oleh Taliban pada tahun 2011. Dua puluh satu orang tewas termasuk sembilan penyerang.

Keamanan telah diperketat di Kabul sejak Mei lalu, ketika sebuah bom truk besar menewaskan sedikitnya 150 orang.

Namun, ada beberapa serangan dalam beberapa bulan terakhir. Termasuk sebuah bom di sebuah pusat kebudayaan Syiah bulan lalu yang menewaskan lebih dari 40 orang.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait kabar internasional atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Advertisements

Comments

comments

1 COMMENT

Comments are closed.