Profil lengkap L’Arc-en-Ciel (laruku)

0
336
laruku,konser laruku,larc en ciel

L'Arc-en-Ciel,laruku,hyde,tetsu,ken,yukihirokabarnesia.com – L’Arc-en-Ciel atau akrab disapa dengan sebutan laruku adalah sebuah band bergenre rock (japanese rock) yang berasal dari jepang, band ini memiliki personel diantaranya adalah Hyde (nama lengkapnya Hideto Takarai) pada vokal, Ken (nama lengkapnya Ken Kitamura) pada gitar, Tetsu (nama lengkapnya Tetsuya Ogawa) pada bass, serta Yukihiro (nama lengkapnya Yukihiro Awaji) pada drum.

Nama laruku (L’Arc-en-Ciel) berasal dari sebuah film perancis yang pernah ditonton oleh ketua laruku, yakni tetsu. L’Arc-en-Ciel yang dalam bahasa perancis berarti adalah pelangi (lengkungan dilangit) itu diambil oleh tetsu sebagai nama band yang berdiri tahun 1991 di kota osaka.

Laruku, kalau boleh dibilang adalah band legendaris sebab sejak penulis SMP aja ini band gaungnya udah kemana-mana, saat itu memang musik asia yang masih mendominasi di Indonesia adalah musik dari jepang, meski kini indonesia telah di penetrasi oleh musik-musik asia lain seperti mandarin dan korea, tapi tetap saja, musik jepang memiliki penggemar idealis yang cukup militan, salah satunya saya, meski saya bukan fans berat dari laruku karena saya adalah fans sangat berat dari YUI, tetap saja solidaritas bagi sesama pecinta j-music itu terus terjalin.

Meski saya bukan fans berat dari laruku, saya juga menyukai beberapa lagu legendaris dari mereka, sebut saja Hitomi no juunin, blurry eyes, my heart draws a dream, ready steady go, honey, anata, flowers, link, pieces, dive to blue, vivid colors, killing me, feeling fine, dan Niji. irama dan lirik dari lagu laruku itu berhasil menggugah rasa semangat dan membangkitkan adrenalin yang cukup signifikan di dalam darah saya, intinya lagu-lagunya asyik untuk didengar, bisa jadi obat galau lah 😀

lho kok jadi ngomongin saya? hehehe oke back to the topik, laruku memiliki sejarah panjang dalam karier mereka, mulai dari gonta-ganti personil, berhasil memecahkan rekor penjualan album asing non english terlaris di Indonesia pada album smile yang lalu, single-single dan hits yang berjubel, pernah konser kemana-mana (termasuk ke eropa dan amerika), dan masih banyak lagi sejarah perjuangan mereka, bagi yang penasaran tentang sejarah laruku ini, lanjut baca yuk….

Sejarah Perjalanan Laruku

laruku
Seperti yang sudah saya katakan pada paragraf diatas, kalau laruku ini memiliki sejarah yang cukup panjang di belantika musik internasional, so keep sit tight ya 🙂

L’Arc-en-Ciel atau laruku didirikan oleh Tetsu dan Hiro pada tahun 1991 di kota osaka, jepang. Saat itu personil laruku masih dua orang, tetsu dan hiro, tetsu memegang bas dan bernyanyi (vokalis) sementara hiro memainkan gitar. Tentu saja mereka merasa kurang personil, lantas pada suatu saat, tetsu tanpa sengaja menonton penampilan band Jersarem’s Rod dan melihat Hyde yang saat itu menjadi seorang vokalis di band itu. saat pertama kali melihat hyde perform tetsu langsung “jatuh hati” pada skill bernyanyi yang dimiliki oleh calon rekannya itu, lalu tetsu menawarkan hyde dan rekan satu bandnya di jersarem untuk bergabung di l’arc en ciel. Akhirnya setelah melalui beberapa proses jamming dan sesi ngeband, hyde dan rekannya itu yang bernama pero akhirnya setuju bergabung di l’arc en ciel. Dari sini sudah mulai terbentuk embrio band legendaris ini yang saat itu beranggotakan Hyde (vokalis), Tetsu (bassist), Hiro (guitarist), dan Pero (drummer).

Setelah memiliki formasi awal yang cukup solid, akhirnya laruku mulai berunjuk gigi. Penampilan awal mereka adalah di Nanba Rockets pada bulan mei tahun 1991. Saat itu banyak yang menduga bahwa band larc en ciel ini akan menjadi band besar dan hebat di kemudian hari, salah satu orang yang berpikir seperti itu adalah pemiliki dari panggung Nanba rockets yang tentu memiliki penilaian yang objektif dan jeli terhadap band-band yang bermain di lokasinya. Namun, apa dinyana, satu bulan setelah penampilan awal mereka di nanba rockets, mereka harus kehilangan satu personil sekaligus founder larc en ciel, Hiro. Hiro mengundurkan diri dengan alasan yang tidak terlalu jelas dan akhirnya posisinya digantikan oleh Ken (teman masa kecil tetsu).

Tidak berhenti di hiro, pada tahun yang sama, tepatnya pada tanggal 30 Desember 1992 mereka juga kehilangan drummer mereka, pero yang mengundurkan diri sesaat setelah live show mereka di Osaka Music Hall. Tidak seperti kehilangan hiro yang mengundurkan diri di saat larc en ciel sedang mempersiapkan debut rekaman mereka, laruku tidak terlalu buru-buru dalam mencari pengganti pero, hingga akhirnya mereka menemukan sakura di tokyo dan sakura pun resmi bergabung pada bulan januari tahun 1993.
larc en ciel

Belum berhenti sampai kehilangan pero dan menemukan sakura, pada masa “naik daunnya” larc en ciel pun kembali diterpa problema pergantian personel, kali ini karena masalah hukum, sakura sang drummer tersandung masalah narkoba yang memaksanya untuk mundur dari band yang telah digawanginya selama lima tahun, L’arc en ciel. Setelah kehilangan sakura yang tersandung kasusu hukum, laruku menemukan Yukihiro mantan drummer Die in Cries dan Zi:Kill yang telah bubar. lalu setelah melakukan beragam pendekatan, akhirnya Yukihiro resmi bergabung dengan larc en ciel pada awal tahun 1998.

Munculnya Yukihiro ini ternyata mengundang dua isu menarik yang terjadi pada larc en ciel

  1. Kehadiran Yukihiro tidak mudah begitu saja diterima oleh fans, terutama fans yang masih menginginkan sakura yang telah 5 tahun bersama laruku untuk kembali menggebuk drum bersama laruku
  2. Setelah yukihiro menggantikan sakura, ada perubahan style cukup signifikan dari larc en ciel, yakni yang awalnya style mereka agak gimenong geto karena agak mirip style wanita, setelah Yukihiro hadir, style mereka perlahan berubah menjadi lebih cowok.

Awal milenium 2000, tepatnya tahun 2001 bisa dikatakan sebagai momentum cukup menegangkan bagi para cielers (sebutan fans larc en ciel) karena saat itu personil band larc en ciel malah berlomba-lomba membuat dan membina side project mereka, entah karena mulai jenuh atau mau mencari pundi-pundi pendapatan baru, atau malah mau test popularitas, dimulai dari tetsu, hyde, yukihiro, lalu diikuti oleh ken yang semulanya kurang berminat untuk membuat side project. Saat itu banyak spekulasi yang beredar akan bubarnya band legendaris ini.

personel laruku

Di tengah ketegangan fans mereka yang khawatir laruku akan bubar, L’Arc~en~Ciel malah menggebrak cielers mereka dengan mengumumkan sebuah seri dari tujuh konser yang bertemakan Shibuya Seven Days. Tidak hanya menggebrak melalui konser, larc en ciel juga menggebrak fans mereka dengan merilis single Ready Steady Go! yang seakan menjadi ancang-ancang, karena setelah itu mereka lantas merilis album yang memang ditunggu-tunggu. Album itu diberinama SMILE dan dirilis pada bulan Maret tahun yang sama dengan rilis single ready steady go. Album SMILE ini juga yang memecahkan rekor album asing non english terlaris di Indonesia.

Oke, begitulah profil dari salah satu band legendaris asal negeri sakura ini, semoga setelah membaca profil ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa segalanya butuh perjuangan dan disetiap perjuangan itu ada pasang surut. L’Arc-en-Ciel telah berhasil membuktikan bahwa mereka tak surut ketika surut dan tak angkuh ketika pasang, sehingga mereka menjadi salah satu band paling di cintai di Indonesia.

Advertisements

Comments

comments