Kala Teknologi Mampu Menumbuhkan Sel Telinga 3 Dimensi

1
15
telinga tiga dimensi
Para ilmuwan sudah bisa membuat telinga dari teknologi tiga dimensi (Foto: Kompas)

Kabarnesia.com – Di zaman sekarang ini segala sesuatunya sangat mungkin terjadi. Bahkan hal yang dulunya dianggap tidak masuk akal sekarang benar-benar terjadi.

Ini juga menjadi salah satu bukti majunya peradaban, dengan teknologi yang kadang bisa dikatakan melampaui keterbatasan manusia pada umumnya.

Contohnya adalah 2 monyet yang berhasil dikloning melalui sebuah DNA dari beberapa uji coba yang dilakukan.

Setelah berhasil mengkloning dua monyet dari DNA, Cina merupakan negara pertama yang bisa membuat telinga tumbuh dengan sel-selnya sendiri melalui 3D.

Tidak tanggung-tanggung bukan hanya satu anak melainkan ada lima orang anak yang telinganya berhasil tumbuh melalui teknologi ini.

Anak-anak ini, yang berusia antara enam dan sembilan tahun, semuanya terlahir dengan cacat pada satu telinga yang dikenal sebagai mikrotia, suatu kondisi di mana telinga luarnya kecil dan tidak terbentuk dengan benar.

Foto yang menyertai artikel ini diblur untuk melindungi identitas anak di bawah umur. Credit pic: EBioMedicine

Para ilmuwan, yang mempublikasikan temuan mereka di jurnal EBioMedicine bulan ini, menciptakan tiruan 3D yang dicetak terbalik dari telinga normal anak-anak dan menggunakan replika untuk membuat cetakan yang penuh dengan lubang kecil.

Setelah 12 minggu, telinga baru yang direkayasa ini kemudian ditanamkan pada anak-anak. Mereka kemudian mengumpulkan sel tulang rawan yang disebut chondrocytes dari telinga anak-anak yang cacat dan menggunakannya untuk menumbuhkan tulang rawan berbentuk telinga dengan cetakan di laboratorium.

BACA JUGA:

Setelah tiga bulan, telinga yang tumbuh di laboratorium dicangkokkan pada anak-anak. Beberapa anak juga menjalani prosedur di bagian kulit telinga yang mengalami peregangan sehingga cetakan bisa muat.

Operasi pertama dilakukan dua setengah tahun yang lalu dan yang terbaru dua bulan yang lalu. Sejauh ini, telinga belum ditolak oleh tubuh dan tulang rawan terus tumbuh di dalam cetakan, sehingga telinga lebih terlihat alami. Bentuk dan ukuran telinga baru cocok dengan telinga normal.

Setelah dua setengah tahun, para ilmuwan mengatakan, mereka mencapai hasil estetika dengan pembentukan tulang rawan dewasa yang memuaskan.

Para ilmuwan sekarang akan memantau penerima setidaknya selama lima tahun untuk mengevaluasi keberhasilan prosedur tersebut.

Pendekatan yang diadopsi oleh ilmuwan Cina bukanlah hal dan idenya telah ada sejak beberapa tahun lalu. Tessa Hadlock, atasan dari sebuah klinik wajah dan bedah rekonstruktif Eye and Ear Massachusetts di Boston mengatakan pendapatnya terhadap penemuan ini.

“Ahli bedah telah menambah sebuah gagasan untuk menyingkirkan jaringan tulang rawan dari seorang pasien dan menyaring jaringan itu menjadi komponen seluler individual dan kemudian memperluas komponen seluler tersebut,” ujar Tessa.

“Dengan kata lain, sel-selnya membelah sehingga Anda memiliki potongan lebih besar atau lebih banyak sel. Percobaan ini telah dilakukan pada hewan untuk waktu yang lama,” imbuhnya.

BACA JUGA: Tips Dekor Rumah Saat Musim Hujan agar Lebih Hangat

Namun, Hadlock memperingatkan bahwa bagian ‘berbahaya’ dari pendekatan semacam itu adalah mengeluarkan sel dari tubuh manusia dan menumbuhkannya di laboratorium, di mana peneliti harus menerapkan senyawa stimulasi ke sel untuk membuat mereka terpecah.

“Bila Anda menerapkan senyawa stimulasi tersebut, Anda berisiko membiarkan sel-sel itu rusak parah. Ini adalah cara lain untuk mengatakan bahwa Anda benar-benar dapat menciptakan penyakit seperti jenis kanker yang tidak terkendali,” katanya, dikutip dari CNN, Senin (5/2).

Metodenya yang rumit, mahal, dan akan sulit dilakukan dalam skala besar, jadi tidak mungkin akan terkenal dan meluas secara cepat.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Unik atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

 

Advertisements

Comments

comments