Crayfish: Udang yang Bisa Bermutasi Sendiri

0
106
Crayfish atau udang karang yang bisa bermutasi sendiri
Crayfish atau udang karang yang bisa bermutasi sendiri (Foto: New York Time)

Kabarnesia.com – Dunia telah mengenal Amerika sebagai negara yang paling kuat dari segi militer, dan juga segi propaganda. Negara ini dipandang sebagai negara adikuasa oleh dunia, sehingga setiap keputusan yang terjadi pada pemerintahan negara tersebut sangat berpengaruh pada dunia.

Tapi, siapa sangka kekuatan sebesar itu masih belum bisa mengalahkan invasi mutasi udang karang. Invasi itu dimulai perlahan sehingga kita bahkan tidak yakin di mana, atau bagaimana, itu dimulai.

Binatang air ini memiliki dua cakar, sepuluh kaki, dan cangkang marmer biru-coklat yang menawan. Namun makhluk enam inci ini, yang ditemukan di sungai dan danau di seluruh dunia, jauh lebih jahat daripada yang diduga.

Udang karang berjenis marble ini bisa mengkloning diri sendiri dan mempunyai nama ilmiah  Procambarus Virginalis. Mereka telah menyerang planet ini, dan sulit untuk menghentikannya.

Frank Lyko, seorang ahli biologi di German Cancer Research Center, pertama kali mendengar tentang mutasi kloning tersebut dari seseorang yang gemar akuarium, dan mengambil beberapa “udang karang Texas” dari sebuah toko hewan peliharaan pada tahun 1995.

Tak lama setelah udang karang mencapai usia dewasa, pemiliknya terkejut karena ia tiba-tiba memiliki tangki yang penuh dengan mahluk itu. Memang, udang karang berjenis marble bisa menghasilkan ratusan telur sekaligus, dan semua tanpa perlu kawin.

Memang, ada sesuatu yang sangat aneh tentang udang karang ini. Mereka semua perempuan, dan mereka semua meletakkan ratusan telur tanpa kawin. Telur ini, pada gilirannya, menetas menjadi ratusan betina lagi lalu masing-masing tumbuh dan mampu bereproduksi sendiri.

Pada tahun 2003, para ilmuwan meneliti DNA udang karang dan memastikan apa yang diyakini oleh banyak orang. Akhirnya, peneliti mengkonfirmasikan laporan bahwa udang karang adalah binatang air yang mampu melakukan reproduksi uniseksual atau partenogenesis (semua udang karang adalah betina).

Dari 25 tahun yang lalu, udang karang berjenis marble ini tidak ada sama sekali. Sekarang, mereka dapat ditemukan di alam liar oleh jutaan orang di Jerman, Republik Cheska, Hungaria, Kroasia, Ukraina, Jepang, dan Madagaskar dan mungkin juga sudah masuk ke Indonesia.

BACA JUGA:

Penelitian terbilang masih baru

Sebuah tim peneliti memutuskan untuk sampai ke dasar asal udang karang marble ini dan mulai mengurutkan gennya pada tahun 2013.

Ini bukan tugas yang mudah, karena tidak ada yang mengurutkan gen udang karang sebelumnya, atau bahkan jenis udang yang lainnya.

Dalam lima tahun terakhir, Frank Lyko, seorang ahli biologi molekuler di German Cancer Research Center di Heidelberg, yang memimpin penelitian ini bersama rekan-rekannya telah mengurutkan gen udang karang, dan mempublikasikan temuan mereka di jurnal Nature Ecology & Evolution.

Lyko tertarik pada udang karang, karena dia mempelajari epigenetika (bagaimana gen dinyalakan dan dimatikan tanpa mengubah kode genetik yang mendasarinya).

Biasanya, saat ia bekerja di German Cancer Research Center, dia mempelajari ini di sel kanker. Tapi, udang karang jenis marble ini adalah sistem model epigenetik yang menarik. Mereka hampir identik secara genetis, namun berbeda ukuran dan coraknya.

Jadi, apakah udang karang dapat mengambil alih bumi? Itu tergantung, Lyko menjelaskan, “Mungkin mereka bertahan selama 100.000 tahun. Itu akan menjadi waktu yang lama bagi saya secara pribadi, tapi dalam evolusi itu hanya akan sekejap. Ada kelebihan dan kekurangan dalam reproduksi aseksual mereka,” dikutip dari New York Times, Senin (12/2).

Baca juga artikel menarik lainnya terkait Kabar Unik atau informasi terkini lain di Kabarnesia.

Advertisements

Comments

comments