5 Alasan kekalahan Italia 4-0 dari Spanyol pada final euro 2012 versi kabarnesia

0
341
italia,spanyol,euro 2012,final euro 2012
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

italia,spanyol,euro 2012,final euro 2012

Sulit dipercaya jika italia yang memiliki tembok kokoh catenaccio bisa dengan hancunrya diseruduk oleh banteng matador hingga menyisakan luka 4-0 kepada kubu italia. Padahal sejarah, statistik, dan mitos memihak italia, selain itu seharusnya mereka bisa melakukan perlawanan berarti mengingat di babak penyisihan telah berhasil menahan imbang spanyol 1-1, bahkan saat itu italia menjebol gawang spanyol lebih dulu. Tapi mengapa kini hal semacam itu hanya menjadi fatamorgana bagi italia? mereka akhirnya kalah 4-0 tanpa balas dari tim matador itu.

Apa sebenarnya alasan-alasan logis mengenai kehancuran mimpi italia ini? kami mencoba memberikan beberapa pandangan versi kami tentang kekalahan italia 4-0 dari spanyol, tentunya ini berdasarkan data-data yang kami miliki.

Alasan Italia Kalah 4-0 dari spanyol di final euro 2012

  1. Formasi italia yang 4-3-1-2 tak cocok menghadapi spanyol, Italia dalam menghadapi spanyol lebih cocok menggunakan formasi juventus, yakni 3-5-2, formasi 3-5-2 sudah terbukti saat menahan imbang spanyol 1-1 dengan italia membuat skor lebih dulu.
  2. Chielini sedikit dipaksakan tampil, chielini sebelumnya pernah mengalami cedera, namun kembali sembuh saat menghadapi jerman dan berhasil menampilkan penampilan yang kokoh sebagai defender, namun nampaknya di laga kontra spanyol kondisi chielini menjadi sedikit memburuk, hal itu dibuktikan dengan terciptanya gol pertama silva yang mendapat assist dari fabregas. Fabregas saat itu gagal dijegal chielini hingga ia berhasil memberikan umpan silang untuk silva. Setelah gol itu terciptapun akhirnya chielini ditarik keluar dan digantikan balzaretti karena mengalami cedera.
  3. Mengapa yang diganti cassano bukan balotelli? pada babak ke-2 cassano digantikan oleh di-natale yang merupakan penyerang pasif yang kurang bisa membuka ruang serangan, balotelli pun juga begitu, ia merupakan penyerang yang setipe dengan dinatale karena kemampuan shooting maupun headingnya sangat baik hanya saja gocekan serta passingnya kurang terukur, Italia sebenarnya masih membutuhkan kreatifitas dari cassano yang dibabak pertama berulang kali menciptakan peluang serta turun cukup rendah ketengah lapangan membantu pertahanan.
  4. Blunder prendelli saat terlalu cepat mengganti Montolivo dengan Thiago motta yang harus dibayar mahal dengan cederanya motta hanya berselang beberapa saat setelah ia merumput di kiev pagi tadi. Hal ini lah yang membuat permainan italia makin kocar-kacir dan skor bertambah jadi 4-0 karena mereka dipaksa bermain dengan 10 pemain karena kredit pemain pengganti telah digunakan seluruhnya.
  5. Italia mengaku kelelahan. Tak dapat dipungkiri jika turnamen euro berlangsung sangat ketat dengan tingkat recovery rendah, hal ini tentu tak menguntungkan terutama bagi italia yang notabene diisi oleh pemain-pemain uzur yang memang sudah mudah lelah, hal ini dikuatkan oleh defender andalan italia yang juga bek juventus, Chielini. Bek kokoh yang akrab dipanggil chielo itu mengatakan kepada Rai Sport “Kami minta maaf karena kami berharap mengangkat trofi di dan mengakhiri turnamen ini dengan cara yang berbeda. Kami lelah, sangat lelah, dan beberapa pemain yang cedera juga terlihat di lapangan. Beberapa dari pemain kami bahkan terasa sulit hanya untuk berjalan di lapangan. Ketika Thiago Motta cedera, kami bermain dengan 10 pemain. Tetapi Spanyol sudah menutup peluang kami dengan penguasaan bola yang mereka miliki di 60 menit pertama. Kemudian di sisa 30 menit mereka menguasai pertandingan dengan kelebihan pemain di lapangan, Pada akhirnya kami harus memberikan ucapan selamat kepada Spanyol. Mereka layak menang dan juga membuktikan jika mereka memang lebih baik dari kami.”

Memang harus diakui faktor paling determinan dalam sepakbola itu adalah faktor x yang terus menjadi misteri, meski italia diatas kertas statistik dan matematis diunggulkan bisa menang melalui pertandingan dini hari tadi, tapi ternyata spanyol lebih mampu merobohkan statistik, matematis, mitos, dan tembok kokoh catenaccio milik Italia.

Grazie Azzuri! Selamat Untuk La Furia Roja!

Comments

comments