5 Alasan untuk tidak golput di Pilkada DKI Jakarta 2012 Versi Kabarnesia

0
215
Pilkada,DKI Jakarta,Pilkada DKI,Pilkada Jakarta,Pilkada DKI jakrta
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Pilkada,DKI Jakarta,Pilkada DKI,Pilkada Jakarta,Pilkada DKI jakrta

Besok, 11 Juli 2012, rakyat jakarta akan melaksanakan pesta demokrasi daerah bernama Pilkada DKI. event itu sekaligus membuat DKI jakarta mewajibkan libur seharian bagi pekerja yang berada di wilayah jakarta dan sekalian menjadi penentu akan menjadi seperti apa jakarta 5 tahun kedepan.

Namun, sangat disayangkan jika pesta demokrasi pilkada itu masih dibayangi oleh tingginya angka golput yang bahkan menembus angka 35 persen pemilih terdaftar akan melakukan golput di pilkada DKI jakarta 2012 nanti. Sebuah survey merilis jika sekitar 2 Juta atau 35 persen pemilih terdaftar akan melakukan tindakan golput disebabkan oleh banyak faktor.

Suatu hal yang mencerminkan apatisme luar biasa dan menurut kami sangat amat disayangkan, mengingat pilkada merupakan suatu hal yang essensial untuk menentukan nasib suatu daerah 5 tahun kedepan, karena itu tim redaksi kabarnesia berusaha untuk “merayu” pembacanya yang kebetulan terdaftar sebagai pemilih di pilkada besok untuk tidak golput dan memilih pasangan calon pilihannya di 11 juli besok. Berikut ini adalah 5 alasan untuk tidak golput di pemilukada 11 juli 2012, besok.

1. Tidak golput di Pilkada mencerminkan kepedulian anda terhadap jakarta

Apa anda tidak memperhatikan jika kondisi kemacetan jakarta sedemikian parah? apa anda pura-pura tidak tau bahwa pembangunan berorientasi lingkungan untuk mencegah bencana banjir dan makin amblesnya tanah jakarta perlu untuk ditindak lanjuti? kemana keluhan-keluhan atau protes-protes anda terhadap situasi kota tempat anda bernaung? pemilukada adalah ranah bagi anda untuk setidaknya peduli terhadap kondisi kota atau daerah anda sendiri.

2. Golput = dilarang mengeluh tentang jakarta 5 tahun nanti

Apabila anda golput pada pilkada besok, anda harus tau diri untuk tidak mengeluh atau mencerca pemerintahan yang akan memimpin jakarta 5 tahun kedepan. Misalnya kemacetan makin parah tak terurai atau banjir makin menggenang, anda haram hukumnya untuk mengeluh! sebab apa yang anda lakukan ketika jakarta membutuhkan anda memilihkan pemilih yang tepat untuknya?

3. Golput bukan milik orang dengan intelektualitas tinggi

Dulu kami pernah bertanya informal kebeberapa narasumber, mengapa mereka golput di sebuah pemilu atau pilkada? jawabannya beragam, kebanyakan menyatakan malas ke TPU, kerjaan numpuk, kesiangan, ikut-ikutan orang-orang untuk golput, dan tidak ada pasangan calon yang diminati (berdasarkan suka/tidak suka).

Namun jarang sekali yang menyertakan alasan intelek, komprehensif, dan ilmiah terkait alasan mereka golput. Hal ini menguatkan pemikiran kami bahwa golput bukanlah gerakan intelektualitas, melainkan (maaf) tindakan pengecut yang berdasarkan rasa malas dan ikut-ikutan beberapa pihak saja. taukah anda bahwa pesta demokrasi semacam pemilu atau pilkada ini dibeli dengan darah para pahlawan reformasi?

4. Pilihan makin beragam

Tidak seperti pilkada DKI 5 tahun yang lalu yang hanya mengadu dua pasang calon saja, fauzi bowo dan adang daradjatun, pilkada kali ini mempertemukan 6 pasang calon dengan background berbeda-beda. ada yang berasal dari pejabat birokrasi seperti foke,alex,dan jokowi; ada yang berasal dari militer seperti hendarji soepandji; ada yang berasal dari tokoh nasional seperti Hidayat nurwajid, ada juga yang berasal dari ekonom Faisal basri.

Selain itu, pilkada kali ini juga harusnya makin bisa meraih pasar yang beragam. Bagi anda yang merasa cukup muak dengan partai politik karena kadernya kerap terlibat kasus korupsi, bisa memilih pasangan dari calon independen seperti hendardji atau faisal basri. atau bagi anda yang merasa Indonesia masih membutuhkan partai politik sebagai ranah aspirasi atau merasa calon-calon dari parpol juga bisa diandalkan, maka bisa memilih calon dari partai politik seperti foke (demokrat), jokowi (PDIP), Hidayat nurwahid (PKS), atau Alex Nurdin (Golkar)

5. Ajang balas dendam atau ingin melanjutkan kepuasan

Apabila anda ingin balas dendam dengan pemerintahan sekarang karena anda anggap kurang becus memimpin jakarta, maka anda bisa memilih calon yang bukan berasan dari incumbent. Atau jika anda cukup puas dan merasa incumbent masih bisa diandalkan, maka silahkan pilih beliau untuk 5 tahun mendatang.

Intinya disinilah wewenang demokrasi (pemerintahan rakyat) anda. Jangan menolak memilih dan menjadi golput, toh waktu yang diperlukan tak lebih dari 5 menit saat penyontrengan, selain itu andapun bisa menjalin silaturahim dengan rekan tetangga sekitar yang mungkin jarang bertemu karena kesibukan profesi anda 🙂 jangan golput yaaa!! 😀

Comments

comments