Ahli Gizi: Berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan

0
286
kurma,makanan manis,korma,nabi muhammad,buka puasa
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

kurma,makanan manis,korma,nabi muhammad,buka puasa

Kita sering mendengar bahwa berbuka puasa dengan yang manis-manis atau memiliki kalori gula yang tinggi baik untuk kesehatan.

Hal ini sejalan dengan riwayat Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan

Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat. Jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air.

Tetapi ternyata “yang manis-manis” itu berbeda dengan kurma seperti yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW itu, sebab struktur kompleksitas kurma dengan makanan manis di Indonesia itu berbeda sangat besar.

Seorang ahli gizi asal banjarmasin bernama Pramono, mengemukakan hal ini, menurutnya kurma dan makanan manis yang biasa disantap saat berbuka puasa itu tidaklah sama. Sebab Kurma merupakan makanan yang memiliki tingkat kompleksitas karbohidrat besar (karbohidrat kompleks/complex carbohydrate) sedangkan gula yang terdapat dalam makanan manis-manis khas hidangan Indonesia berjenis karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).

“Pendapat umum buka harus makan dan minum yang manis seakan-akan adalah ‘sunnah Nabi’. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan,” jelas Pramono seperti dilansir dari tribunnews.

Makan makanan yang manis-manis kecuali kurma saat berbuka akan menghasilkan eksplosifitas kalori, hal ini sangat tidak baik, terutama bagi penderita diabetes, tubuh akan kesulitan mengatur pengeluaran insulin untuk merubah glukosa jadi gula otot (glikogen). Sementara kurma justru memiliki tingkat absorbsi kalori yang sistematis dan perlahan, sehingga tak menimbulkan eksplosifitas kadar gula darah dalam tubuh.

Comments

comments