9 Tanda keretakan pernikahan yang patut anda waspadai

0
276
menikah
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Keretakan atau pertengkaran dalam pernikahan mungkin sebuah hal yang wajar. Sebab memang itulah bumbu dari sebuah hubungan. Tak ada pertengkaran berarti tidak ada interaksi yang intensif, dalam hal ini pertengkaran adalah hal yang patut disyukuri.

Tetapi, sangat disayangkan jika pembiaran atas pertengkaran itu terjadi, anda dan pasangan tak segera menyelesaikannya hingga ia bisa tumbuh layaknya pohon yang makin menjulang dan makin besar. Dilansir dari Time of India, setidaknya Ada 9 tanda keretakan pernikahan yang patut anda waspadai dan selesaikan segera atau pernikahan anda berada dalam bahaya, apa saja tanda itu?

  1. Adanya kecemburuan tak beralasan yang disebabkan renggangnya komunikasi, sehingga informasi yang didapat salah satu pihak mengenai pihak yang lain kurang lengkap. Hal ini menyebabkan pertengkaran mudah tersulut sebab pasangan tak merasa dipercayai lagi oleh anda.
  2. Masalah sepele berujung pertengkaran besar. Bisanya ini akibat akumulasi kejengkelan kepada pasangan yang meledak meski faktor pemantiknya kecil.
  3. Mulai mengungkit-ungkit masa lalu dan meremehkan keluarga masing-masing
  4. Komunikasi dan perhatian anda kepada pasangan, maupun sebaliknya berkurang drastis. Bahkan kalian sering tidak saling tegur dan menyapa satu sama lain
  5. Salah satu dari anda atau pasangan berbohong/selingkuh
  6. Anda merasa asing dengan pasangan, begitu juga sebaliknya
  7. Hubungan intim suami istri dengan pasangan rasanya hambar
  8. Sudah mulai memutuskan masing-masing. Ketika pasangan mulai berkata: “terserah kamu sajalah!” dan tak peduli lagi dengan keputusan mengenai hubungan kalian.
  9. Tidak menyelesaikan masalah, melainkan lari dan menghindarinya.

Itulah 9 tanda yang memberikan sinyal bahwa hubungan anda dengan pasangan sudah cukup berada pada level berbahaya.Tuntaskan sekarang atau hubungan kalian berakhir di pengadilan cerai.

Comments

comments