Wanita Indonesia jadi Pemuas Nafsu “Om-Om Senang” di Malaysia karena ditipu

0
173
wanita,perkosa,pemerkosaan,kekerasan terhadap wanita,budak seks

wanita,perkosa,pemerkosaan,kekerasan terhadap wanita,budak seks

Kisah ini memang sudah terjadi cukup lama, nyaris satu bulan yang lalu, namun masih bisa menjadi alarm bagi kita untuk senantiasa berhati-hati terhadap orang lain agar tidak mudah ditipu, terutama orang yang baru kita kenal.

Dilansir dari Harian Metro di Kuala lumpur pada jumat (10/8/12) bulan lalu, dilaporkan seorang wanita masih sangat muda, berusia 20 tahunan menjadi budak syahwat seorang lelaki malaysia yang telah beristri.

Sebut saja wanita itu bernama mawar. Mawar mengenal tersangka asal malaysia tiga bulan lalu sebelum kasus ini terungkap. Tersangka mengaku sebagai agen pendatang asing dan berjanji bisa membantu Wanita asal Indonesia itu pulang ke Negerinya, Indonesia. “Tanpa berpikir panjang korban mengikuti ajakan tersangka bersama seorang rekan lelakinya menuju Kuala Lumpur. Mereka kemudian membawa korban ke sebuah kondominium di Kepong,” ujar seorang sumber yang dikutip oleh Harian metro.

Dengan alasan menunggu dokumen selesai, Tersangka meminta korban tinggal di kondominium tersebut. Namun menurut sumber, korban tak juga mendapat paspor, tiket penerbangan, dan dokumen lain yang dijanjikan.

Korban bahkan tidak diperbolehkan keluar rumah serta dipaksa melayani nafsu bejad tersangka. Tidak hanya tersangka yang terindikasi telah menikmati tubuh korban secara tidak halal, melainkan beberapa rekan lelakinya yang juga asal malaysia lainnya.

Tak ayal, akibat hubungan terlarang itu, korban pun hamil entah dari benih siapa. Namun tidak tau apakah ini anugrah atau musibah, pada Pada Kamis (9/8/12) dini hari, korban yang tengah mengandung mengalami pendarahan hebat.

Seorang Rekan tersangka yang panik langsung menghubungi tersangka melalui SMS, namun pesan tersebut dibaca oleh istri tersangka yang kemudian bergegas menuju kondominium itu dan menyelamatkan korban.

Kejadian ini juga kemudian dilaporkan kepada kepolisian setempat. Tersangka dan rekannya terancam Seksyen 14 UU Anti-Perdagangan Orang dan Anti-Penyelundupan Migran karena dianggap telah mengeksploitasi korban demi tujuan dan keuntungan tertentu.

Advertisements

Comments

comments