Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck: Bukan Titanic Versi Indonesia

0
537
tenggelamnya kapal van der wijck,sunil soraya,buya hamkan,raam soraya
phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

tenggelamnya kapal van der wijck,sunil soraya,buya hamkan,raam soraya

Cinta itu harusnya menguatkan, bukan melemahkan bahkan menenggelamkan masa depan dan harapan hidup! Baris pesan itulah yang salah satunya berusaha di sampaikan oleh Film Indonesia Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck hasil arahan sutradara Sunil Soraya dan diproduseri oleh Ram Soraya serta tayang di Bioskop sejak 19 Desember 2013.

Film yang diadaptasi dari Novel berjudul sama karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal sebagai Buya Hamka ini menceritakan tentang kisah cinta tak sampai antara Zainuddin (Diperankan Herjunot Ali), pemuda darah campuran minang dari ayah & makassar dari ibu dengan Hayati (Diperankan Pevita Pearce) yang merupakan wanita dengan darah minang asli.

levidio,youtuber,youtube,powerpoint

Cerita dimulai saat zainuddin berniat untuk pindah ke tanah minang, tempat kelahiran ayahnya, Pendekar Sutan yang sebelumnya diasingkan dari kampung halaman karena membunuh mamaknya sebab persoalan warisan. Saat itu Zainuddin pamit kepada mak base (pengasuh) yang mengasuhnya sejak kecil sebab sang ibu telah lebih dulu meninggal saat melahirkan zainuddin. Sebagai orang yang sayang kepada zainuddin, mak base memperingatkan kalau zainuddin kemungkinan besar tidak diterima di tanah minang yang saat itu masih kental dengan adat garis keturunan ibu. Sebab sang ibu berasal dari makassar, maka zainuddin kemungkinan tidak akan dianggap keturunan minang.

Meski diperingatkan sedemikian rupa oleh mak base, namun Zainuddin tetap kukuh pendiriannya untuk berkunjung ke tanah kelahiran sang ayah di Batipuh, Minangkabau. Seketika sampai di batipuh, peringatan dari mak base itu menjadi nyata, oleh kerabatnya sendiri saja Zainuddin harus melakukan sedikit negosiasi untuk bisa diterima tinggal dan menginap di rumahnya.

Selang beberapa waktu menetap di batipuh, zainuddin terpesona oleh kecantikan sesosok wanita cantik yang merupakan kerabat dekat dari pemuka adat disana, Hayati namanya. Bak gayung bersambut, keduanya lantas jatuh cinta dan saling berkomunikasi dengan berkirim surat. Hingga akhirnya cinta mereka sampai pada persimpangan karena adat istiadat yang masih kental dan ujian berat menerpa mereka, akhirnya mereka berpisah dengan saling bersumpah setia hingga mati cinta mereka tetap abadi satu sama lain.

Video Trailer Resmi Tenggelamnya Kapal van der wijck

Tenggelamnya kapal van der wijk: Bukan Cerita Cinta semata

Meski inti cerita dari kisah ini adalah persoalan cinta, namun jika kita jeli melihat atribut lain dari film ini maka kita akan menemukan kalau kisah ini bukan hanya mengisahkan tentang cinta. Ada makna perjuangan disini, makna dimana kita harus bangkit dalam keputusasaan. Ditekankan juga kalau kita bisa saja jatuh berulang kali, namun selama kita memilih untuk terus bangkit, maka kita akan tetap bangkit.

Pesan itu tercermin dari kisah Zainuddin yang dilanda depresi ketika tau bahwa Hayati yang telah bersumpah setia untuknya justru melanggar janji setianya sendiri dengan menerima pinangan Azis (Diperankan Reza Rahardian) seorang anak bangsawan demi tuntutan keluarga yang menjunjung tinggi adat mereka. Selama 2 bulan zainuddin terbaring lemah karena depresi, namun akhirnya ia sadar berkat petuah sahabatnya. Zainuddin akhirnya memutuskan untuk pindah ke tanah jawa bersama sang sahabat. Keputusan zainuddin itu rupanya tepat karena ia menemukan kesuksesan di tanah jawa. Hidup zainuddin akhirnya bergelimang harta dan popularitas.

Pesan lain yang berusaha disampaikan oleh film ini adalah makna persahabatan yang selalu ada dan saling membutuhkan. Ketika kita di butakan cinta, maka hanya sahabat yang dapat menyalakan lilin untuk memberikan secercah cahaya agar kita tetap dapat berjalan maju ditengah kegelapan.

Selain itu, jika kita masuk ke ranah latar daripada penulisan novel yang diadaptasi oleh film ini, maka sesungguhnya kita akan paham kalau novel ini hadir sebab dari bentuk perlawanan pemikiran Buya Hamka atas kekakuan adat minang saat itu serta fenomena kawin paksa yang menjamur di minangkabau.

Lemah di Visualisasi

Dari segi drama, film ini sangat bagus dan tak ada cacatnya, namun dari segi visualisasi, harus diakui, masih banyak yang sebenarnya bisa diperbaiki. Hal paling nampak adalah saat visualisasi tenggelamnya kapal van der wijck yang ditumpangi oleh hayati. Penonton seolah dipaksa untuk berimajinasi akan visualisasi tenggelamnya kapal titanic, terutama saat kapal miring sebelah 90 derajat dan hayati jatuh ke laut ketika tak kuasa lagi untuk menggenggam pagar kapal, namun justru ini menjadi boomerang sendiri, sebab efek visual yang ditampilkan sangat lemah dan kurang.

Penonton juga tidak diajak untuk tahu sebab dari tenggelamnya kapal tersebut, tidak tergambarkan jelas apa sebab dari tenggelamnya kapal van der wijck (padahal klimaks dramatisasinya terletak pada scene itu), meski lautan digambarkan tenang-tenang saja tanpa ombak yang membunuh dan tidak ada indikasi kegagalan mekanik serta teknik pada kapal tersebut, tiba-tiba seisi penumpang dibuat panik berlarian setelah kru kapal membunyikan lonceng tanda bahaya dan menembakkan flare untuk memohon pertolongan. Tetapi sekali lagi, mungkin sang sutradara ingin membatasi kekuatan film ini pada drama melalui kekuatan naskah saja, ketika proses tenggelam itu diperdengarkanlah isi surat dari Hayati yang menguras emosi tangis bagi segenap penonton yang memiliki kepekaan perasaan.

Adegan tenggelamnya kapal van der wijck inilah yang mengandaskan harapan penonton untuk melihat visualisasi tenggelam ala Titanic, meski imajinasi awal penonton diseret untuk membayangkan visualisasi ala titanic itu.

Selain dari visualisasi itu, pesan film memang sepertinya jauh berbeda dengan titanic. Film tenggelamnya kapal van der wijck tidak menempatkan kapal van der wijck sebagai tokoh utama seperti halnya titanic, namun kapal tersebut menjadi penanda puncak yang mengandaskan harapan Zainuddin dan Hayati hidup bersama dalam kebahagiaan selamanya. Jadi memang harus ditegaskan disini, Tenggelamnya kapal van der wijck bukanlah Titanic versi Indonesia.

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments