Hubungan Intim Pascaserangan Jantung, Mengapa Tidak?

0
289
foto: (google)
phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Bagi siapapun, penyakit jantung merupakan momok yang menakutkan. Penderita yang selamat dari serangan jantung tidak serta merta pulih secara psikologis. Pengalaman bahwa pernah terserang penyakit jantung akan mengganggu kenikmatan hidup, termasuk kualitas dan kuantitas hubungan suami istri. Penyakit jantung koroner bahkan hingga taraf serangan jantung sekalipun, semestinya tidak mengganggu kemesraan di tempat tidur.

Terjebak mitos

Ada sebuah mitos yang sempat dipercaya kebanyakan orang bahwa hubungan intim pascaserangan jantung dapat menagkibatkan serangan jantung berulang, bahkan mati mendadak. Mereka cemas untuk memulai hubungan suami istri karena takut kehilangan suami tercinta.

levidio,youtuber,youtube,powerpoint

Hasil survei menyebutkan bahwa setengah penderita serangan jantung mengalami depresi. Mitos tersebut seolah-olah tak terbantahkan karena komunikasi antara dokter dan pasien tidak terjalin dengan baik. Kebanyakan penderita segan menanyakan perkara pribadi ke dokternya. Sebaliknya, dokter kerap mengabaikan penyuluhan tentang masalah “ranjang” ini.

Semestinya, kecemasan tentang peristiwa kematian mendadak saat bermesraan tidak perlu ada karena dalam aktivitas lain yang lebih ringan pun resiko itu tetap ada. Bisa saja kematian mendadak terjadi saat menyetir mobil, bersepeda santai, saat menonton televisi, atau bahkan ketika sedang istirahat.

Dalam buku “Menaklukkan Pembunuh No.1” karya Dr. A. Fauzi yahya, Sp.J.P.(K), FIHA menyebutkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian mendadak di ranjang sangatlah kecil. Sebuah studi yang dilakukan di Jepang menyimpulkan bahwa hubungan intim hanya bertanggung jawab atas 34 dari 5.559 kasus kematian mendadak (atau kira-kira 0,6%). Kekhawatiran nyeri dada berulang saat bermesraan pun telah dijawab oleh sebuah studi di University of Toronto. Hasil studi ini menunjukkan jumlah penderita pascaserangan jantung yang mengalami nyeri dada saat bercinta tak sampai 12%, malahan lebih dari 36% penderita mengeluh nyeri dada ketika bersepeda statis.

Kiat Beirhubungan Intim Sehat

  1. Hubungan intim sudah dapat dimulai 3-6 minggu pascaserangan jantung jika keadaan penderita stabil tanpa keluhan nyeri dada dan sesak napas. Pemeriksaan kerja jantung sebaiknya dilakukan agar penderita lebih yakin dengan kekuatan jantung dalam mendukung beban aktivitas fisik saat berhubungan intim. Pemeriksaan ini dilakukan berdasarkan perkiraan kemampuan konsumsi oksigen tubuh yang dibutuhkan saat berhubungan intim, yaitu kira-kira 3-5 METs (1MET = konsumsi 3,5 mL/Kg/menit saat beristirahat). Angka ini setara dengan kerja jantung saat menaiki tangga sebanyak 2 lantai dalam waktu 10 detik.
  2. Hubungan intim sebaiknya diawali dengan sentuhan atau belaian fisik untuk membangkitkan libido. Penetrasi genetalia dapat dilakukan setelah libido dan kepercayaan diri pasien membaik.
  3. Untuk meringankan beban jantung, hindari berhubungan intim dalam kondisi perut kenyang. Lakukan hubungan intim kira-kira 2-3 jam setelah makan.
  4. Pastikan obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter diminum sebelum beranjak ke peraduan. Namun, hindari penggunaan obat penguat kejantanan–seperti sidenafil atau “pil biru” Viagra dan sejenisnya. Jika meminum obat jantung dan obat penguat kejantanan secara bersamaan, dapat menimbulkan penurunan tekanan darah secara drastis.
  5. Bergantilah variasi posisi saat berhubungan intim. Penderita dapat memilih posisi yang biasa dilakukan sebelumnya, apalagi jika posisi itu dirasakan memengaruhi maskulinitas atau kefemininan pasangan. Beban jantung akan lebih ringan apabila posisi penderita di bawah atau saling bersisian. Jika penderita merasa sesak kala berbaring, lebih baik berhubungan intim sambil duduk.
  6. Denyut jantung saat berhubungan intim dapat meningkat 120 kali per menit. Apabila ternyata denyut jantung kencang disertai napas cepat dalam kurun waktu 10-15 menit setelah hubungan intim, segera hubungi dokter. Evaluasi ulang, tambahkan obat, atau tindakan lainnya mungkin diperlukan untuk mengatasi semua kondisi tersebut. Jika semua sudah teratassi, hubungan intim pun dapat dinikmati kembali.
phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments