Kapan memeriksa kolesterol? Sejahat apa mereka?

0
165
foto: (google)
phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Nikolai Anitschov mencekoki kelinci–yang biasa memakan rumput dan sayuran–dengan makanan berbahan utama kuning telur. Ilmuwan asal Rusia itu melakukan percobaannya di laboratorium pada 1913. Anitschov ingin membuktikan bahwa penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah terkait dengan diet kaya kolesterol.

Ia memilih telur karena pada bagian kuning telur tersimpan banyak kandungan kolesterol. Dugaan Anitschov yang juga seorang dokter militer itu memang terbukti dengan ditemukannya kerak kolesterol yang mempertebal dinding pembuluh darah besar kelinci itu.

Hubungan antara kolesterol dan penyakit jantung koroner baru terkuak pada 1955 ketika ilmuwan asal University of California, John Gofman, membuktikan bahwa serangan jantung berkaitan dengan lonjakan kadar kolesterol darah. Pengamatan gofman bahkan semakin meruncing dengan tudingan bahwa suatu jenis kolesterol yang disebut low density lipoprotein (LDL) berperan sebagai penjahat jantung dan penyelamatnya adalah kolesterol yang dinamakan high density lipoprotein (HDL).

levidio,youtuber,youtube,powerpoint

Dugaan keterkaitan antara kolesterol dan penyakit jantung koroner semakin menguat setelah ahli faal dari University of Minnesota, Ancel Keys, mengungkapkan dalam penelitian “Seven Countries Study” bahwa insiden serangan jantung berhubungan secara linier dengan kadar kolesterol dalam darah. Hasil pengamatan Keys selama 10 tahun terhadap 15 ribu lelaki setengah baya yang tinggal di Finlandia, Jepang, dan Italia itu membuktikan bahwa kadar kolesterol meningkat secara proporsional dengan kandungan lemak jenuh dalam makanan.

Apa itu kolesterol?

Sejatinya, kolesterol adalah salah satu komponen lemak–selain trigliserida, fosfolipida, dan asam lemak bebas – yang mengalir dalam darah dan beredar ke seluruh tubuh. Kolesterol bukanlah barang haram bagi tubuh karena bermanfaat sebagai bahan dasar pembentukan beragam hormone, seperti esterogen dan testosterone, juga berperan sebagai unsur penyusun vitamin D serta garam empedu. Sekitar 90% kolesterol tersimpan di dalam dinding sel tubuh. Hanya 25% kebutuhan kolesterol dalam tubuh yang dipenuhi dari konsumsi makanan. Sebagian besar kolesterol diproduksi organ hati.

Kolesterol akan menjadi pangkal persoalan apabila menyusup ke dinding-dalam pembuluh darah. Dalam jangka panjang, tumpukan kolesterol itu akan membuat dinding pembuluh darah menjadi tebal dan keras sehingga rongga pembuluh koroner dapat menyempit. Endapan kolesterol yang retak memicu pembentukan gumpalan darah yang akhirnya menyumbat liang koroner .

Si Jahat dan Si Baik

Sebagaimana sifat lemak, kolesterol tidak mudah larut dalam darah sehingga perlu diangkut dengan sistem transportasi khusus. Agar kolesterol dapat terangkut dalam cairan darah, ia harus “menumpang” pada “truk pengangkut”. Truk pengangkut kolesterol yang paling dikenal adalah LDL dan HDL. Kedua truk ini menempuh trayek masing-masing. Truk LDL bertugas mengangkut kolesterol dengan menempuh trayek dari hati menuju sel dan jaringan tubuh lain. Adapun truk HDL bertugas mengangkut balik kolesterol ke hati, yang kemudian akan dikeluarkan lewat empedu.

 

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments