Masih muda sakit jantung, kok bisa?

0
235
foto: (google)
phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kita yang masih muda, bukan berarti aman sentosa dari penyakit jantung. Justru karena masih muda, kita harus mengetahui banyak hal, salah satunya mengenai resiko penyakit jantung juga menyerang usia muda.

Fenomena gunung es?

Kehadiran penyakit jantung koroner pada usia muda bukanlah sesuatu yang mengagetkan. Hasil studi otopsi pada 1953 terhadap jasad tentara muda Amerika Serikat yang mati dalam Perang Korea membuktikan adanya berbagai spectrum pengerasan dan penebalan dinding pembuluh koroner (aterosklerosis). Studi-stuid berikutnya mengonfirmasi fakta bahwa sebagian orang mengalami percepatan proses aterosklerosis sehingga manifestasi klinis penyakit jantung koroner bisa saja muncul pada usia yang belum genap 40 tahun.

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Jumlah penderita penyakit jantung koroner berusia muda tidak sebanyak mereka yang berusia setengah baya. Sekitar tiga persen penderita penyakit jantung koroner diperkirakan berusia d bawah 40 tahun. Sebagian ahli menyatakan angka tersebut hanya mengesankan fenomena gunung es. Angka sesungguhnya lebih besar karena umumnya mereka yang mendatangi dokter adalah penderita yang sudah benar-benar sakit parah. Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr.Tuzcu dan kawan-kawan menunjukkan satu dari enam pemuda memiliki lesi pembuluh koroner yang tidak ringan.

Sebagian besar laki-laki

Menurut sebuah buku yang berjudul “Menaklukkan Pembunuh No.1” karya Dr. A. Fauzi yahya, Sp.J.P.(K), FIHA bahwa penderita PJK usia muda menjadi objek berbagai studi untuk meneliti sifat dan pemicu pembentukan plak pembuluh koroner. Para peneliti menemukan bahwa kebanyakan penderita berjenis kelamin laki-laki dan memiliki sejumlah faktor resiko. Kebiasaan merokok adalah faktor tunggal terkuat yang berhubungan dengan penyempitan pembuluh koroner pada usia muda.

Dr.Kannnel dan kawan-kawan membuktikan dalam Framingham Heart Study bahwa pemuda perkok berusia 35-44 tahun beresiko tiga kali lipat lebih tinggi menderita PJK dibandingkan mereka yang tidak merokok. Paparan berulang asap rokok menyebabkan lonjakan hormone katekolamin yang dapat merusak sel-sel endotel yang rapuh sebagai sel pelapis dinding-dalam pembuluh koroner.

Pemakai kokain pun rentan mengalami ganguan jantung usia muda.

Faktor resiko lain yang ditemukan pada yang ditemukan pada penderita usia muda adalah keabnormalan kadar kolesterol darah. Pasien penyakit jantung yang masih muda tidak selalu memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi. Biasanya, kadar LDL mereka normal, tetapi kadar trigliserida mereka melonjak dan kadar HDL (kolesterol baik) mereka rendah. Belum lama ini, sebuah studi lain menunjukkan adanya kombinasi peningkatan bagian kolesterol yang disebut Lipoprotein(a) dan homosistein pada penderita PJK usia muda. apabila ditelisik, ternyata anggota keluarga mereka memperlihatkan pola peningkatan yang serupa.

Menurut panduan keluaran National Cholesterol Education Program di Amerika Serikat, pemeriksaan penapisan kolesterol sebaiknya dilakukan sejak usia 20 tahun dan diulangi secara berkala setiap 5 tahun. Pemeriksaan yang ideal meliputi kadar kolesterol total, LDL< HDL, dan trigliserida. Namun, jika tidak mungkin atau ingin menghemat biaya, cukup lakukan pemeriksaan kadar kolesterol total dan HDL. Apabila ternyata kadar kolesterol total di atas 200 mg/dl atau HDL di bawah 40 mg/dl, baru lakukan pemeriksaaan lebih lengkap seperti disarankan.

levidio,youtuber,youtube,powerpoint

Comments

comments