Jangan Meninggalkan Kepulauan Riau Sebelum Makanan Ini Menggoyangkan Lidahmu

0
187
foto: (google)

Bagi kamu yang akan sedang berwisata di Kepri atau berencana pergi ke sana, jangan terburu-buru pulang sebelum kamu berwisata kuliner. Di kepulauan ini, lidah kamu akan diajak berpetualang mencicipi masakan khasnya. Kuliner Kepri, meniru jargon Pak Bondan Winarno, rasanya mak nyus!

Gonggong

Bukan! Ini bukan gonggongan anjing seperti yang kamu bayangkan. Kalian sudah tahu bukan? Hidangan laut di Kepri memang terkenal akan kesegaran dan kelezatannya. Nah, Gonggong adalah salah satu makanan seafood yang paling banyak digemari dan dicari oleh pelancong yang singgah ke Kepri.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Agar bisa menikmati gonggong, kamu perlu merogoh kocek sekitar Rp25 ribu – Rp35 ribu. Tidak apa, itu bukan kategori mahal. Jika kamu menginginkan harga yang lebih terjangkau, ada tipsnya. Kamu bisa menikmati Gonggong di warung-warung seafood dan rasanya pun tidak jauh berbeda dengan yang ada di restoran

Gonggong dapat kamu temui hampir di setiap daerah di Kepri. Namun, Gonggong yang terkenal itu adanya di Batam, Tanjungpinang, dan Bintan. Jangan sampai tidak mencoba makanan ini ya!

Otak-otak

Otak-otak termasuk makanan tradisional warga Kepri. Otak-otak di kepri terbuat dari ikan dan cumi yang langsung  dicampur dengan saus sambalnya sehingga warnanya menjadi kecokelatan. Setelah dibungkus dengan daun kelapa, otak-otak ini kemudian dipanggang. Berbeda sekali dengan otak-otak yang kamu temui sebelumnya, yang berwarna putih itu.

Untu bisa menikmati otak-otak, kamu hanya perlu merogoh kocek hanya Rp500 – Rp1.500, murah sekali bukan? Di Tanjungpinang, otak-otak banyak dijual di sekitar pintu masuk pelabuhan menuju Batam. Sedangkan di Bintan, kamu dapat menjumpainya di sepanjang jalan menuju Pantai trikora.

Nasi Dagang

Nasi ini modelnya beda-beda tipis dengan nasi kucing khas Yogyakarta. Nasi dagang merupakan nasi lemak ala melayu yang terasa sangat gurih seperti uduk dengan tambahan lauk ikan tuna pedas-sedang. Harganya murah, hanya Rp2.500. Karena nasi ini setara dengan nasi kucing, kamu tidak akan cukup jika hanya membeli satu porsi, kamu mungkin baru akan kenyang setelah menyantap tiga porsi.

Mi Lendir

Nama makanan ini terkadang membuat geli, namun, sensasi luar biasa akan kamu rasakan begitu menikmati semangkok mi ini. Kenapa disebut mi lendir? Sebutan ini sebenarnya ditujukan untuk kuah mi ini yang kental dan berasa manis. Kuah kacang kental inilah yang membuat mi ini seperti berlendir. Kuah tersebut, membuat rasa mi menjadi gurih, sedikit manis, dan tidak terlalu pedas. Namun, bagi kamu yang menggemari makanan pedas, tidak perlu khawatir. Kamu dapat memasukkan irisan cabe rawit, yang biasanya disediakan oleh pemilik warung, untuk menambah sensasi pedas ke dalam mi lendir.

Di Batam, mi lendir yang paling top dijual oleh seorang bapak kedai kopi belakang toko Yuli Nagoya. Cuma ada satu di daerah Nagoya. Orang di sekitar toko itu pasti tahu ketika kamu menanyakannya. Untuk bisa makan di sana kamu harus siap menunggu sekitar 15-20 menit, karena tempat ini memang banyak peminatnya. Ingat ya, lewat jam 11 malam, kamu tidak akan kebagian mencicipi makanan ini.

Sup ikan

Jika Yogyakarta terkenal dengan gudegnya dan Semarang dengan lumpianya, maka Batam terkenal dengan sup ikannya. Sup Ikan Batam dapat ditemui dengan mudah di restoran-restoran seafood di Kota Batam, seperti di kawasan Nagoya atau Batam Center. Dengan merogoh kocek sebesar Rp25 ribu – Rp35 ribu pengunjung sudah dapat menyantap seporsi Sup Ikan Batam beserta sepiring nasi. Jika ingin dibawa pulang, harga yang dibandrol lebih mahal daripada makan di tempat karena harga tersebut termasuk biaya kemasan.

Seporsi Sup Ikan Batam akan semakin nikmat disantap, ketika sedang turun hujan, atau dalam cuaca dingin. Selain itu, kombinasi rasa asam, pedas, disertai kuah yang hangat, dapat membuat badan yang sedang tidak fit menjadi segar kembali.

Artikel ini terinspirasi dari buku “Jalan-jalan Kepulauan Riau” karya Gagas Media

 

Comments

comments