Apakah Mentalmu Sudah Sekuat Baja, atau Masih Setipis Tisu? Coba Cek Apakah Kamu Memiliki 17 Sifat Ini!

0
485
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Ya. Kamu benar. Hidup yang kita jalani tidak seindah drama Korea, yang jika kamu bertemu pada episode penuh kesedihan, dengan hanya bersabar sedikit kamu akan segera menikmati episode yang menyenangkan hatimu. Hidup kita tidak demikian, kita membutuhkan proses yang panjang untuk mengatasi semua permasalahan yang ada, hingga akhirnya tercapailah apa yang dinamakan kebahagiaan.

Siapapun punya kekuatan untuk menciptakan hidup seperti apa yang akan kita jalani. Salah satunya, menjadi pribadi yang kuat. Mental kuat yang dimiliki seseorang ibarat pakaian baja, yang akan melindungi seseorang dari sifat-sifat lemah.

Nah, sudah siapkah kita menanamkan sifat-sifat para pemilik mental baja seperti mereka?

Mengemis perhatian bukanlah jati diri mereka

Kita tahu, tidak ada seorangpun yang hidup tanpa didatangi masalah. Mereka yang bermental kuat tidak memilih mencari perhatian orang lain ketika mereka sedang dirundung masalah, tidak peduli seberapa peliknya. Mereka justru sangat percaya diri. Orang-orang yang percaya diri tidak menginginkan dirinya menjadi pusat perhatian. Mereka sudah nyaman dengan dirinya sendiri dan kehidupan yang dijalaninya.

Tidak membiarkan siapapun membuatnya lemah

“Biarkan anjing menggonggong, kafilah berlalu.” Itu semboyan mereka. Orang yang bermental kuat akan mengabaikan para pembenci. Baginya, tidak ada waktu untuk memperhatikan para pembenci, lebih baik fokus pada orang-orang yang terus berjalan bersamanya.

Berhenti percaya pada diri sendiri adalah kesalahan terbesar

Tidak ada yang jauh lebih berpengaruh untuk menguatkan diri seseorang selain dirinya sendiri. Sumber kekuatan dari orang lain mungkin akan bertahan sementara, sebab orang lain tidak pernah tahu persis apa yang kita rasakan. Kita-lah sopir jiwa kita, biarkan diri kita mempercayai kemana kaki dan pikiran kita akan melangkah.

Mencintai lebih banyak orang bukan menjadi sebuah momok

Daripada memilih membenci orang lain, orang-orang yang bermental kuat lebih memilih mencintai banyak orang, menyebarkan semangat kepada orang-orang di sekitarnya.

Sesekali mereka memperlambat laju kehidupan, justru karena mereka tidak pernah takut kalah cepat dengan orang lain

Seseorang yang sedang berjuang meraih sebuah impian, terkadang perlu mundur sementara dan memperlambat laju usahanya. Dengan berbekal keyakinan yang kuat, ia tidak takut tertinggal dengan yang lain. Ia perlu berhenti sejenak untuk relaksasi. Ia percaya ia akan sampai pada tujuannya, sebab ia selalu fokus pada apa yang akan diraihnya.

Tidak mungkin menyalahkan keadaan menjadi pilihan mereka

Tidak ada dari kita yang terlahir sempurna. Justru dengan keterbatasan yang dimiliki seseorang, seharusnya kita lebih kuat dalam memperbaiki kekurangan yang ada. Fokus!

Mereka tidak canggung untuk mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak penting

Berkata tidak adalah salah satu hal yang akan kita praktekkan ketika belajar memiliki mental kuat. Hanya fokuslah pada prioritas kamu, dan katakan tidak pada hal-hal yang akan membuang waktu pentingmu.

Lari dari tantangan? Oh Tidak!

Orang yang bermental kuat melihat tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Tantangan yang datang dalam hidup kita pasti memiliki alasan. Setelah kita menghadapi tantangan tersebut, baru kita akan tahu kenapa tantangan tersebut datang ke dalam hidup kita. Apakah untuk kebaikan kita? Kemungkinan besar iya.

Tidak tertarik untuk melakukan hal-hal yang tidak disukai

Orang yang bermental kuat akan membuat hatinya senang menjalani kehidupan. Mereka tidak memaksakan diri melakukan banyak hal, terbatas pada hal-hal yang disukai saja. Toh, itu kehidupan mereka sendiri, tidak peduli bagaimana orang melihat. Masih ingat pada poin pertama? Mereka tidak mengemis perhatian dari orang lain.

Mereka tidak lupa bahwa kebahagiaan itu diputuskan

Orang yang bermental kuat tahu bahwa kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Mereka mengerti hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi bahagia. Mereka memilih hidup sederhana, kencangkan produktivitas, dan tetap penuh gairah.

Mereka tidak membuang-buang waktu

Abraham Lincoln pernah berkata, “It’s not the years in your life that count. It’s the life in your years.” Ya, mereka yang bermental kuat memilih hidup dengan penuh kesadaran di masa sekarang dan mereka bekerja seolah-olah itu hari terakhir mereka.

Meminta Bantuan Orang Lain? Why Not?

Hei, kita tidak pernah bisa hidup sendiri. Inilah yang dilakukan mereka. Meskipun mereka mengaku kuat, mereka tidak pernah sungkan untuk meminta bantuan pada orang lain.

Mereka tidak mencari pembenaran terhadap kesalahan yang telah diperbuat

Hanya orang-orang dengan mental lemah yang berusaha membela diri saat menyadari apa kekurangannya. Orang-orang bermental lemah akan menutupi, bukan malah mencari cara untuk memperbaikinya..

Tetap senang ketika harus bekerja lebih keras daripada orang lain

Apakah kamu pernah iri terhadap temanmu yang lebih santai daripada kamu? Sebaiknya perasaan tersebut segera kamu hilangkan.

Menahan diri, tidak bereaksi berlebihan terhadap hal-hal di luar kendali mereka.

Seseorang yang telah banyak ditempa permasalahan kehidupan, mungkin lebih sering mengalami stres. Namun mereka menahan diri agar tidak bereaksi berlebihan. Cukup dengan tarikan nafas dalam-dalam, agar pikiran bisa jernih kembali. Lalu kembali pada solusi permasalahan tersebut.

Gerah dengan kehidupan yang itu-itu saja

Usaha untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi selalu ada pada orang-orang yang bermental kuat.

Seperti lagunya D’Masiv, “Jangan menyerah

“Jangan menyerah!” Hipnotis itulah yang selalu didengungkan dalam pikiran orang-orang yang bermental kuat. Ketika kita dihadapkan pada situasi yang penuh tekanan dan semuanya berjalan melawan kita, sampai tampaknya seolah-olah kita harus enyah pada saat itu juga. Tetaplah bertahan. Dengan tidak menyerah akan menyambungkan pikiran kita pada simpul keyakinan yang akan merubah segala hal yang menurut kita tidak mungkin.

Artikel ini terinspirasi dari laman Lifehack. Artikel aslinya bisa kamu lihat di www.lifehack.org

 

Comments

comments