Puisi Tak Terkuburkan Terpilih Pada 100 Film Asia Terbaik Sepanjang Masa

0
338
Puisi Tak Terkuburkan Terpilih Pada 100 Film Asia Terbaik Sepanjang Masa
Puisi Tak Terkuburkan ( Gambar : Google )
obat kuat,libion,libiceng,phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Indonesia lagi-lagi mendapatkan pengakuan dari Internasional, hal tersebut didapatkan oleh Sineas Garin Nugroho. Dilansir oleh BBC Indonesia, salah satu film yaitu Puisi Tak Terkuburkan masuk sebagai daftar Asian Cinema 100 atau 100 Film Asia Terbaik Sepanjang Masa.

Tidak dijelaskan secara detainya pada posisi berapa film karya anak Indonesia ini pada daftar yang akan diperbaharui pada lima tahun sekali itu.

Film ini diluar negeri diedarkan dengan judul The Poet yang dirilis pada tahun 1999 sebelumnya pernah mendapat penghargaan Silver Leopard Video di Festival Film Internasional Locarno tahun 2000 dan nomine Silver Screen Award pada Singapore International Film Festival tahun 2000.

Film ini menceritakan tentang seorang penyair disong, Ibrahim Kadir yang dipenjara pada tahun 1965 di Tanah Gayo, Aceh akibat tuduhan terlibat dalam partai komunis. Pengalaman pernah dipenjara selama 22 hari ini kemudian diceritakan sampai pada saat ketika Ia kembali dilepaskan karena salah tangkap. Film ini adalah manifesto politik terhadap peristiwa 30 September 1965 yang menyebabkan banyaknya terjadi pelanggaran HAM.

“Idenya berawal dari keinginan saya menafsirkan kembali luka-luka sejarah,” ujar Garin.

Daftar 100 Film Asia Terbaik Sepanjang Masa ini di rilis oleh Busan International Film Festival dan Busan Cinema Center dalam rangka merayakan 20 tahun eksistensi salah satu acara penghargaan film yang prestisius di Asia.

“Daftar ini dimaksudkan untuk jadi panduan nilai estetik dan sejarah sinema Asia dan menemukan mahakarya tersembunyi serta sutradara berbakat di Asia,” tulis Busan International Film Festival di situs BIFF.

Berikut penghuni 10 besar daftar 100 Film Asia Terbaik Sepanjang Masa
1. Tokyo Story (rilis 1953) – Yasujiro Ozu (Jepang)
2. Rashomon (1950) – Akira Kurosawa (Jepang)
3. In the Mood for Love (2000) – Wong Kar-wai (Hong Kong)
4. The Apu Trilogy (1955) – Satyajit Ray (India)
5. A City of Sadness (1989) – Hou Hsiao-hsien (Taiwan)
6. Seven Samurai (1954) – Akira Kurosawa (Jepang)
7. A Brighter Summer Day (1991) – Edward Yang (Taiwan)
8. Spring in a Small Town (1948) – Fei Mu (Tiongkok)
8. Still Life (2006) – Jia Zhangke (Tiongkok)
10. The Housemaid (1960) – Kim Ki-young (Korea Selatan)
10. Close-Up (1990) – Abbas Kiarostami (Iran)

Comments

comments