Penasaran Apa Kunci Sukses Pasutri Keliling Dunia Bersama 11 Anak ?

0
428
Penasaran Apa Kunci Sukses Pasutri Keliling Dunia Bersama 11 Anak ?
Gen Halilintar (Gambar : Google)

Keluarga petualang Halilintar Anofial Asmid (47) dan pasangannya Lenggogeni Umar Faruk (43) yang tinggal di bilangan Pondok Indah, Jakarta Jumat (22/1/2016) kemarin menceritakan apa saja kunci sukses mereka saat melakukan travelling bersama seluruh anak-anak. Banyak orang yang beranggapan bahwa pergi beramai-ramai untuk travelling ke sebuah negara atau tempat adalah sesuatu yang sangat rumit. Padahal menurut keluarga Gen Halilintar , hal tersebut sangatlah mudah dan mereka mempunyai cara tersendiri untuk mengatasinya. Anak-anak seperti sudah diberikan tugas sendiri layaknya staff-staff perhotelan. Jika dalam suatu acara atau kepanitiaan sudah ada yang namanya seksi konsumsi, transportasi, komunikasi, basecamp manager dan lainnya. “Di dalam rumah sudah ada pembagian tugas yang berlaku ketika traveling. Contohnya saja si Atta yang berperan sebagai kapten untuk memastikan semua berjalan dengan lancar,” ujar Halilintar.

Rumah Gen Halilintar
Rumah Gen Halilintar (Gambar : Google)

Ketika Anda masuk ke istana Gen Halilintar maka akan terdengar suara riuh ramai dari segala penjuru. Pada Jumat (22/1/2016) kemarin terlihat Halilintar dan Lenggogeni sedang duduk diatas sofa sambil mengawasi putra-putrinya yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Siti Fatimah Halilintar (12) dan Siti Saleha Halilintar (4) saat itu sedang menggambar. “Kegiatan pagi ada morning briefing. Ini persiapan bikin kado buat Ustadzah Oki Setiana Dewi. Saleha lagi menyiapkan gambar. Dia akan menghadiahkan gambar,” ujar Halilintar.

Sementara dari sisi lain ada Muhammad Saaih Halilintar (13) dan Abwariyah Mutammimah (15) yang sedang sibuk berbincang-bincang didepan layar komputer yang seperti tengah menampilkan aplikasi editor perangkat lunak pengolah video dan gambar. Disekitar meja komputer mereka juga dipenuhi dengan portable hardisk yang menyimpan berbagai foto dan video perjalanan mereka. “Mereka berdua adalah bagian fotografer dan videografer. Mereka juga yang mengedit foto dan video untuk diupload di youtube, reality show, dan juga wartawan. Kalau kita lagi traveling, merekalah yang bertugas jadi kameramen,” jelas laki-laki yang ternyata lulusan Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Rumah dari Gen Halilintar ini layaknya istana. Rumah ini terdiri dari 3 lantai yang dihuni oleh 13 orang. Selain kamar untuk anak-anak ada juga ruangan khusus untuk gudang, kepentingan usaha dll. Bahkan disana juga terdapat kolam renang besar yang berada di dalam ruang tengah. Karena begitu besarnya keluarga Gen Halilintar ini menggunakan pengeras suara untuk berkomunikasi satu sama lain. Sajidah Mutamimah (18) waktu itu tengah sibuk dengan peralatan masaknya seperti alat pemanggang dan oven untuk memasak kue-kue dan makanan bagi adik-adiknya. “Sajidah yang biasanya memasak. Jadi, waktu perjalanan dia biasanya berperan di bagian konsumsi dan memastikan bahan-bahan yang diperlukan,” tambah Lenggogeni.

Sohwa Mutamina Halilintar (19) bertugas untuk mengurus pakaian dirumah maupun saat dalam perjalanan. Sohwa memiliki ruang kerja di lantai tiga dengan tiga buah mesin cuci dan dengan 13 keranjang pakaian yang sudah memiliki nama masing-masing. “Nah Sohwa yang berurusan dengan kebutuhan bawaan saat traveling. Kalau di rumah, dia yang bertanggung jawab untuk mencuci, menjemur, dan mengeringkan,” jelas Halilintar.

Halilintar dan Lenggogeni dulunya menikah saat masih kuliah. Halilintar merupakan mahasiswa tahun keempat di Jurusan Teknik Elektro UI dan Gen merupakan mahasiswi tahun kedua di Jurusan ekonomi. Mereka berdua berasal dari daerah yang sama yaitu Riau. “Awalnya saya gak suka anak karena awalnya mengganggu. Tetapi, akhirnya saya percaya bahwa kita bisa menjadi tim hebat. Hal ini juga melewati pendidikan yang luar biasa berkat suami saya,” tambahnya.

Kunci kesuksesan kita bisa melakukan perjalanan jauh berkeliling dunia adalah persiapan dan kerja sama antar anak-anak. Hal tersebut sudah kita didik secara praktek dirumah. “Misalnya saja saat perjalanan di mobil karavan, Sajidah memasak, Thariq yang cuci piring, buang airnya pas di rest area. Jadi semua tidak ada yang merasa jijik,” jelas Lenggogeni. Keluarga dari Gen Halilintar ini terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Mereka adalah Muhammad Atta Halilintar (19), Sohwa Mutammima Halilintar (18), Sajidah Mutamimah Halilintar (17), Muhammad Thariq Halilintar (16), Abqariyyah Mutammimah Halilintar (14), dan Muhammad Saaih Halilintar (12), Siti Fatimah Halilintar (11) Muhammad Al Fateh Halilintar (9), Muhammad Muntazar Halilintar (6), Siti Saleha Halilintar (4), dan yang terakhir Muhammad Shalaheddien El-Qahtan Halilintar (2).

Keluarga ini hidup tanpa pengasuh dan pembantu rumah tangga bahkan baby sitter. Keluarga mengurus semuanya sendiri. Bahkan keluarga berdarah Minang ini sudah menginjakkan kaki di tiga benua tanpa bantuan dari agen perjalanan manapun. Mereka merancang perjalanan liburan secara mandiri. Dan yang terakhir adalah kisah dari perjalanan pasutri bersama 11 anak mereka berkeliling dunia selama 22 tahun sudah dituangkan ke dalam buku dengan judul Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team.

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments