Deliana Fatmawati, Wasit Perempuan Indonesia Berlisensi FIFA

0
164
sepak bola, wasit wanita, deliana fatmawati

Profesi wasit dalam olahraga lazimnya dilakoni oleh seorang lelaki karena menuntut kondisi fisik yang prima dan ketepatan dalam pengambilan keputusan dalam sebuah pertandingan. Namun ini tidak menutup kemungkinan bagi kaum hawa untuk dapat menjalani profesi sebagai wasit.

Meski terkesan tidak lazim, namun Deliana Fatmawati telah mampu menepis pandangan miring itu dengan membuktikan bahwa dirinya layak menjalani profesi wasit, bahkan telah memiliki lisensi dari FIFA sebagai wasit profesional.

Deliana Fatmawati menjadi satu dari lima wasit di Indoensia yang telah memiliki lisensi resmi dari induk federasi sepak bola seluruh dunia itu. Deliana adalah satu-satunya wasit wanita diantara Handri Kristanto (Lahir 1982, Lisensi 2014) Thoriq Alkatiri, (Lahir 1988, Lisensi 2014), Oki Dwi Putra (Lahir 1983, Lisensi 2009), Hamim Tohari (Lahir 1983, Lisensi 2015), dan Dwi Purba (Lahir 1988, Lisensi 2015).

Lisensi yang diterima oleh Deliana baru turun tahun 2017 ini menjadi titik awal perubahan stigma dunia olah raga yang selalu didominasi oleh kaum lelaki dalam hal wasit pertandingan.

Deliana mengawali karir di dunia olah raga saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Saat itu dirinya aktif mengikuti kejuaraan futsal. Wanita kelahiran Medan 8 Juli 1988 ini juga pernah membela timnas Indonesia sebagai kiper di ajang AFF 2013. Selain itu Deliana juga pernah membela tim futsal nasional putri Indonesia pada AFF club futsal 2015, dan tergabung dalam tim nasional pada 2011 dan 2013.

Dunia olah raga yang dia tekuni ini kemudian yang membawanya terjun menjalani profesi wasit. Deliana Fatmawati mengikuti program penyegaran wasit futsal yang diselenggarakan oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI) di Yogyakarta. Acara tersebut digelar di Edotel, jalan Sidikan No. 20 Umbulharjo (satu kompleks dengan SMKN 4 Yogyakarta). Dalam acara tersebut, sebanyak 38 wasit, 8 Pengawas Pertandingan, dan 7 Inspektur Wasit hadir guna mengikuti acara yang berlangsung selama tiga hari.

Deliana mengatakan bahwa jadi wasit adalah impiannya sejak lama. Di kutip dari bolanasional.co Lisensi wasit C2 diperoleh Deliana pada tahun 2012 melalui Asprov PSSI Jawa Barat dan sudah digunakannya untuk memimpin pertandingan di level Yunior.

“Dengan lisensi C2 yang saya miliki , saya baru bisa memimpin petandingan di level yunior , seperti kompetisi Persib U16,U19 atau dalam partai partai uji coba. Saya akan membuktikan bahwa wanita tidak kalah dengan laki laki bila bertugas di tengah lapangan,” kata wanita cantik lulusan UPI bandung yang sangat hobi menulis ini.

Deliana mengaku lebih merasa tertantang menjadi wasit ketimbang menjadi pelatih, karena baginya menjadi pengadil dalam pertandingan dan terjun langsung ke lapangan adalah lebih menjanjikan baik dalam kondisi sulit atau kondisi baik seperti sekarang.

Deliana juga berharap kondisi sepak bola Indonesia bisa semakin baik dan masalah masalah intern dapat segera terselesaikan. Karena karirnya dalam sepak bola sebagai wasit pertandingan akan ditentukan dengan keberlangsungan liga premier dan liga super yang akan segera di selenggarakan oleh PSSI selepas pencabutan sanksi dari FIFA.

Sekarang ini Indonesia tengah disibukkan dengan penyelenggaraan Piala Presiden 2017 yang menjadi ajang penyegaran tim tim lokal setelah lama tidak berlaga di lapangan hijau. Kini Deliana telah memiliki lisensi itu sebagai modal utamanya menjalani profesi sebagai wasit wanita yang menginspirasi di dunia sepak bola Indonesia.

Advertisements

Comments

comments