Wisata Gunung Sepikul, Spot Selfie Legenda Candi Prambanan

0
36
Gunung Sepikul, Spot Selfie, Legenda Rakyat

Eksis di sosial media kini menjadi salah satu kebutuhan bagi sebagian besar orang. Khususnya kalangan remaja yang kini tumbuh bersama perkembangan teknologi smartphone. Kini tidak hanya remaja saja yang gemar berfoto selfie. Anak-anak kecil dan bahkan orang tua pun gemar melakukannya sebagai hobi baru seiring kecanggihan smartphone.

Untuk kebutuhan spot selfie, spot Wisata Gunung Sepikul bisa menjadi salah satu lokasi yang anda kunjungi untuk menambah koleksi foto selfie Anda. Wisata Gunung Sepikul terletak di Dusun Gunung Lor, Desa Tiyaran, Bulu Sukoharjo ini sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin berfoto.

Dari kota Solo anda membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk dapat mencapai lokasi Wisata Gunung Sepikul ini. Cukup mengikuti google map Anda akan segera menemukan lokasi Gunung Sepikul, karena memang tidak sulit mencarinya.

Legenda Asal Usul Gunung Sepikul

Sebelumnya perlu kita ketahui dulu mitos atau legenda masyarakat tentang asal-usul nama Gunung Sepikul. Gunung Sepikul adalah sepasang bukit batu yang menjulang tinggi kurang lebih 150mdpl.

Menurut cerita rakyat setempat, keberadaan Gunung Sepikul ini berkaitan dengan kisah pembangunan Candi Prambanan ratusan tahun silam. Dalam legenda, Candi Prambanan yang dibangun oleh Bandung Bondowoso untuk memenuhi syarat pinangannya kepada putri kerajaan Baka yaitu Roro Jonggrang.

Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso untuk membangun seribu candi dalam waktu satu malam sebagai syarat pinangan. Bandung Bondowoso yang sakti berhasil membangun ratusan candi dalam sekejap dengan bantuan jin dan mahluk halus yang tunduk kepadanya.
Mengetahui pembangunan seribu candi hampir selesai, kemudian Roro Jonggrang membangunkan emban dan pembantunya untuk memukul lesung dan membakar tumpukan jerami sebagai tanda pergantian hari.

Hal itu lalu membuat jin dan mahluk halus yang membantu Bandung Bondowoso lari ketakutan karena mengira hari sudah menjelang pagi. Bandung Bondowoso yang sedang memikul batu untuk membuat candi mendadak marah dan meninggalkan tumpukan batu itu lantas menuju ke tempat Roro Jonggrang.

Bandung Bondowoso yang murka kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi Candi ke seribu karena sudah terlanjur marah. Batu bahan membuat candi itu ia tinggalkan begitu saja dan kini menjadi dua bukit batu yang disebut dengan Gunung Sepikul oleh masyarakat setempat.

Sepikul berasal dari kata pikul yang berarti membawa beban kanan dan kiri dengan menggunakan bahu. Maka Gunung Sepikul adalah tumbukan batu yang dulu merupakan bahan untuk membuat candi, yang dipikul oleh Bandung Bondowoso.

Sensasi Selfie di Puncak Gunung Sepikul

Untuk mencapai puncak Gunung Sepikul tidak membutuhkan waktu yang lama. Cukup dengan berjalan mendaki sekitar 10-15 menit, mata Anda akan segera dimanjakan dengan suguhan pemandangan alam yang indah, hijau dan sejuk. Namun Anda harus berhati-hati saat mendaki, jalur pendakian di daerah ini terbilang cukup ekstrem dan licin saat musim hujan.

Dengan membayar parkir kendaraan sebesar dua ribu rupiah saja, Anda dapat menikmati sensasi mendaki dan berfoto ria di Gunung Sepikul. Jika Anda sudah puas berselfie, disekitar Gunung Sepikul masih ada wisata lain yang bisa Anda kunjungi lagi dan tentunya menawarkan spot berbeda untuk menambah koleksi foto selfie.
Obyek wisata tersebut adalah Batu Seribu yang dilengkapi juga dengan kolam renang, dan bumi perkemahan, atau Sendang Lele yang memiliki cerita legenda tentang Pangeran Sambernyawa Putra Mahkota Mangkunegaran.

Advertisements

Comments

comments