Kementerian Ketenagakerjaan Usulkan Dana Tunjangan Pengangguran

1
236
Kementerian Ketenagakerjaan Usulkan Tunjangan Untuk Pengangguran (Sumber Foto: Republika)
phuceng,madu stamina,madu phuceng,sehatshop,stamina pria,madu,jahe merah,purwoceng

Kabarnesia.com –  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran per-Agustus 2017 mencapai 7,04 juta orang. Angka ini naik 10.000 orang sejak Agustus 2016.

Dalam diskusi panel Rembug Nasional APTISI 2017 di Ballroom Kemala Universitas Esa Unggul, Rabu (29/11), Khairul Anwar selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Kementerian Ketenagakerjaan menyampaikan bahwa 60 persen mayoritas pengangguran adalah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk itu sudah waktunya merubah sistem pendidikan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem pendidikan vokasi.

Untuk itu Kementerian Ketenagakerjaan ingin memfasilitasi para penagguran dengan memberikan keterampilan sesuai potensi yang dimiliki. Tak hanya itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga ingin mengusulkan adanya tunjangan tersendiri bagi para pengangguran di Indonesia.

levidio,youtuber,youtube,powerpoint

BACA JUGA: 

Meski belum memiliki kejelasan rincian mekanisme yang akan dijalankan, Kementrian Ketenagakerjaan terus mengkaji dana pengembangan keterampilan atau Skill Development Fund (SDF), yang nantinya para pengangguran bisa diberikan tunjangan selama mengikuti pelatihan.

Kemudian ada Unemployement Benefit (UB), di mana nanti para pekerja yang terkena PHK dapat menggunakan dana cadangan UB tersebut untuk memberikan nafkah kepada keluarganya. Nantinya SDF dan UB akan berjalan beriringan.

Namun dalam wawancara singkat, Khairul mengatakan,“Pak Menteri memerintahkan kepada jajaran di bawahnya (kepada kami) untuk terus mengkaji. Bagaimana skemanya itu kedepan. Ini sering didiskusikan oleh Pak Menteri dengan para stakeholder kemungkinan-kemungkinannya”.

Khairul menegaskan, terdapat dua faktor utama bertambahnya pengangguran. Pertama, jumlah lulusan keluaran pendidikan seperti perguruan tinggi yang bertambah setiap tahunnya, kemudian yang kedua adalah lulusan tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan pasar. Sehingga masih terjadi miss match antara para lulusan dengan kebutuhan tenaga kerja di pasaran.

Baca juga artikel menarik lainnya terkait ekonomi atau informasi terkini lain di Kabarnesia.(Neysa Agatha)

 

phuceng,minyak lintah,minyak lintah CHC,mesra perkasa

Comments

comments

1 KOMENTAR

Comments are closed.